BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika meminta masyarakat mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia. 
Saeno
Saeno - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  10:07 WIB
BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter
Ilustrasi-Warga mengamati kapal tongkang batu bara yang kandas dan patah menjadi dua akibat diterjang gelombang besar di perairan pantai Ujung Kareng, Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, Senin (30/7/2018). - ANTARA/Ampelsa

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika meminta masyarakat mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia. 

Dalam peringatan dininya, Rabu (14/8/2019) BMKG menyebutkan gelombang tinggi antara 1,25 meter hingga 4 meter berpotensi menyambangi sejumlah perairan Indonesia antara 14 hingga 16 Agustus 2019.

"BMKG mengidentifikasi pola angin di wilayah Indonesia umumnya dari Timur – Selatan dengan kecepatan 4 - 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan utara Sabang, Laut Jawa bagian timur, Perairan Kep. Sabalana - Kep. Selayar, Laut Flores, Perairan Rote – Kupang, Laut Banda. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," ujar keterangan resmi BMKG.

Dari hasil pantauan BMKG, sejumlah wilayah yang berpeluang terjadi gelombang tinggi yaitu Perairan Timur Kep. Mentawai, Perairan Baubau – Wakatobi, Perairan Bengkulu, Perairan Manui – Kendari, Selat Sumba bagian Barat, Teluk Tolo, Selat Sape bagian Selatan, Perairan Selatan Kep. Banggai - Kep. Sula, Perairan P. Sawu - P. Rotte – Kupang, Perairan Selatan Ambon, Laut Sawu - Selat Ombai, Laut Banda, Perairan Selatan Flores, Perairan Kep. Sangihe hingga Kep. Talaud, Laut Timor Selatan NTT, Laut Maluku, Selat Karimata bagian Selatan, Perairan Timur Bitung, Perairan Utara Jawa Tengah hingga Kep. Kangean, Perairan Halmahera, Laut Jawa, Laut Halmahera, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Fakfak-Amamapare, Perairan Kotabaru – Balikpapan, Laut Seram, Selat Makassar bagian Selatan hingga Tengah, Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar, Laut Bali - Sumbawa – Flores, Perairan Kep. Kai hingga Kep. Aru, Perairan Utara Bali hingga Sumbawa, Laut Arafuru, Perairan Kep. Sabalana hingga Kep. Selayar, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua, Teluk Bone bagian Selatan dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter.

Potensi gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2.5 hingga 4 meter berada di sekitar wilayah Perairan Utara Sabang, Samudra Hindia Barat Sumatra, Perairan Barat Aceh hingga Kep. Mentawai, Perairan Selatan P. Jawa hingga P. Sumba, Perairan Barat P. Enggano, Selat Bali - Lombok - Alas bagian Selatan, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT, Selat Sunda bagian Selatan.

"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," lanjut BMKG.

"BMKG selalu mengimbau kepada masyarakat terutama yang tinggal atau beraktivitas di pesisir seperti nelayan yang menggunakan perahu untuk mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m, kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m, kapal ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m, serta kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m agar selalu waspada,"  demikian peringatan dini BMKG

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BMKG, gelombang tinggi

Sumber : bmkg

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top