Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Tahun Lagi Singapura Larang Perdagangan Gading Gajah

Singapura akan melarang perdagangan gading gajah di dalam negeri mulai September 2021, menurut pernyataan pemerintah pada Senin (12/8/2019) dalam upaya menutup pintu ke pasar akhir perburuan gading gajah.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  16:12 WIB
Kawanan gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) liar berada di kebun warga di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Minggu (10/2/2019). - ANTARA/Irwansyah Putra
Kawanan gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) liar berada di kebun warga di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Minggu (10/2/2019). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Singapura akan melarang perdagangan gading gajah di dalam negeri mulai September 2021, menurut pernyataan pemerintah pada Senin (12/8/2019) dalam upaya menutup pintu ke pasar akhir perburuan gading gajah.

Dilansir Reuters, permintaan gading gajah dari negara-negara Asia seperti China dan Vietnam, yang menjadi bahan baku perhiasan dan ornamen, telah menyebabkan lonjakan perburuan liar di seluruh Afrika.

Perdagangan internasional gading telah dilarang sejak 1990 di bawah Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah (CITES), sebuah perjanjian internasional yang ditandatangani oleh sebagian besar negara di dunia.

Namun para pencinta lingkungan mengatakan gading gajah dapat disamarkan sebagai barang legal selama perdagangan diizinkan di outlet berlisensi dan dijual secara online.

"Singapura hari ini mengumumkan larangan perdagangan domestik gading gajah," menurut pernyataan Dewan Taman Nasional Singapura, bertepatan dengan Hari Gajah Sedunia, seperti dikutip Reuters.

"Larangan itu akan berarti bahwa penjualan produk gading dan gading gajah, serta pameran gading dan produknya untuk tujuan penjualan akan dilarang," ungkap mereka.

China, yang merupakan pasar akhir gading gajah terbesar, telah  melarang perdagangan di dalam negeri sejak tahun 2017.

Diperkirakan 100 gajah Afrika terbunuh setiap hari oleh pemburu yang mencari gading, daging, dan bagian tubuh lainnya. Ahli lingkungan memperkirakan saat ini hanya tersisa 400.000 populasi gajah di seluruh dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top