Indonesia Dorong Partisipasi Uni Afrika pada IAID

Duta Besar RI untuk Kenya Soehardjono Sastromihardjo mendorong partisipasi Uni Afrika pada kegiatan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) yang akan diselenggarakan di Bali pada 20–21 Agustus 2019.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  23:15 WIB
Indonesia Dorong Partisipasi Uni Afrika pada IAID
Peserta melintas di depan logo Indonesia-Africa Forum 2018, di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (10/4/2018). - JIBI/Pamuji Tri Nastiti

Bisnis.com, JAKARTA - Duta Besar RI untuk Kenya Soehardjono Sastromihardjo mendorong partisipasi Uni Afrika pada kegiatan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) yang akan diselenggarakan di Bali pada 20–21 Agustus 2019.

Hal tersebut disampaikan ketika bertemu dengan Utusan Khusus (Utsus) Uni Afrika Bidang Infrastruktur, Raila Amolo Odinga.

Dalam pertemuan di kantor Utsus di Nairobi, Soehardjono menyampaikan pentingnya partisipasi organisasi regional Afrika yang berkantor pusat di Addis Ababa, Ethiopia tersebut sebagai tindak lanjut dari pertemuan Indonesia-Africa Forum (IAF) tahun lalu.

“Pada pelaksanaan IAF tahun 2018, telah tercipta kesepakatan kerja sama ekonomi senilai US$586,56 juta di sektor industri strategis, infrastruktur, pembiayaan, pertambangan, tekstil, perawatan pesawat, hingga perdagangan komoditas,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan yang dirilis pada situs Kementerian Luar Negeri, Senin (12/8/2019).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan partisipasi Uni Afrika pada pertemuan IAID di Bali penting untuk mendorong realisasi kesepakatan di sektor infrastruktur dari pertemuan IAF tahun 2018 dan mendorong pelaksanaan proyek infrastruktur lintas Afrika.

Utsus Uni Afrika Bidang Infrastruktur, Raila Amolo Odinga mengatakan bahwa partisipasi Uni Afrika di IAID sejalan dengan rencana tujuan pembangunan Uni Afrika dan New Partnership for Africa's Development (NEPAD).

“Partisipasi stakeholdersterkait pada pertemuan IAID akan dapat memberikan kontribusi positif pada implementasi Presidential Infrastructure Champion Initiative (PICI),” ungkapnya.

Dia menuturkan, hal-hal yang akan menjadi fokus perhatian antara lain adalah pembangunan jalan tol, jalur kereta cepat, pembangunan jalur fiber optic, pembangunan sistem open skies untuk transportasi udara, dan energi.

IAID merupakan pertemuan lanjutan dari pertemuan IAF tahun 2018. Pertemuan itu rencananya akan dihadiri sekitar 700 peserta dari Indonesia dan seluruh negara Afrika.

Pertemuan dialog ini diharapkan dapat menjadi katalisator dan mendorong kerja sama lebih lanjut di sektor infrastruktur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, kenya

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top