Ternyata, Perlakuan Terhadap Hewan Kurban Pengaruhi Cita Rasa Daging

Perlakuan manusia kepada hewan kurban bisa memengaruhi cita rasa daging yang dihasilkan sesudah dipotong.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  17:55 WIB
Ternyata, Perlakuan Terhadap Hewan Kurban Pengaruhi Cita Rasa Daging
Panitia memotong daging hewan kurban di Masjid Darul Muttakin Minasaupa Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (1/9). Umat muslim melakukan penyembelihan hewan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah dan membunuh keserakahan dan hawa nafsu. ANTARA FOTO - Yusran Uccang

Bisnis.com, JAKARTA - Hari Raya Iduladha yang juga dikenal sebagai idulkurban hanya tinggal dua hari lagi. Pada hari Raya Iduladha sejumlah hewan kurban akan disembelih dan dagingnya akan dibagikan untuk dikonsumsi penerimanya.

Selama ini bisa jadi kita tidak mengetahui bahwa perlakuan terhadap hewan memiliki dampak tersendiri pada cita rasa daging hewan yang disembelih.

Ketua Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi) Profesor Hardinsyah menyebutkan perlakuan manusia kepada hewan kurban bisa memengaruhi cita rasa daging yang dihasilkan sesudah dipotong. 

"Bagaimana tata cara pemotongan, pertama prinsip tata cara Islam dengan tidak membuat makhluk itu stres sebelum dipotong, karena kalau stres membuat cita rasa daging enggak baik," kata Hardinsyah di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB itu menyebutkan hewan kurban harus diperlakukan secara layak dengan diberikan makan, minum, dan tempat berteduh agar tidak kepanasan serta tidak kehujanan.

Saat pemotongan, kata dia, juga harus diperlakukan dengan baik walaupun harus dijatuhkan atau diikat hingga jatuh sebelum disembelih.

"Saat akan dipotong, entah sistemnya dijatuhkan, diikat hingga jatuh, itu dilakukan secara bijak, tidak diperlakukan kasar," kata Hardinsyah.

Untuk menjaga tingkat stres, kata dia, pemotongan hewan kurban juga harus di tempat yang tertutup, tidak dikerumuni, dan tidak dilihat hewan kurban lainnya.

Selain itu, ucap dia, kesehatan hewan kurban berpengaruh terhadap keamanan daging kurban yang tentunya juga memengaruhi cita rasa.

Hardinsyah mengatakan bahwa keamanan dan kesehatan pangan hewan kurban harus dimulai dari pemilihan kambing, sapi, kerbau, atau unta yang sehat.

Faktor lain yang penting untuk diperhatikan ialah kebersihan saat pemotongan, mulai dari peralatan, petugas yang memotong, hingga lingkungan tempat memotong.

Menurut dia, hal yang harus diperhatikan adalah sistem pemotongan bagian hewan kurban dengan cara digantung agar terhindar kontak dengan lantai maupun tanah.

"Alas yang digunakan untuk memotong daging kurban menjadi lebih kecil juga harus digunakan yang bersih," ujar dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hewan kurban, iduladha

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top