Kebutuhan Daging Kurban Diperkirakan Meningkat, Peternak Klaim Stok Mencukupi

Kebutuhan daging kurban secara nasional untuk Iduladha tahun ini diperkirakan dapat tumbuh sampai 15% di tengah peningkatan permintaan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 02 Agustus 2019  |  00:40 WIB
Kebutuhan Daging Kurban Diperkirakan Meningkat, Peternak Klaim Stok Mencukupi
Petugas Kesehaan Hewan melakukan pemeriksaan kesehatan sapi kurban di Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Selasa (21/8). Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan yang akan dikurbankan pada Idul Adha nanti. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kebutuhan daging kurban secara nasional untuk Iduladha tahun ini diperkirakan dapat tumbuh sampai 15% di tengah peningkatan permintaan.

Kalangan peternak sapi dan kerbau pun memastikan stok daging untuk memenuhi kebutuhan hari besar umat Islam tersebut dapat terpenuhi sebagaimana tren pada tahun-tahun sebelumnya.

"Iduladha merupakan adalah perhelatan yang ditunggu para peternak atau pedagang sapi atau kerbau. Selain karena adanya kenaikan permintaan, juga ada kenaikan harga yang cukup siginifikan.
Tentang kecukupan sapi atau kerbau untuk kurban Insyaallah sangat cukup. Seperti juga halnya tahun-tahun sebelumnya," ujar Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Budiyana kala dihubungi Bisnis, Kamis (1/8/2019).

Pernyataan Teguh pun diamini oleh Sekretaris Jenderal PPSKI Rochadi Tawaf. Ia mengemukakan para peternak telah mulai disibukkan dengan transaksi hewan kurban selama sebulan terakhir karena momen ini menjadi salah satu andalan mereka. Pasalnya, hewan ternak bisa dihargai dengan nilai yang naik signifikan dibanding saat dijual ke rumah pemotongan hewan (RPH).

"Dasar pengukuran pembelian hewan kurban berbeda dengan RPH. Kalau di RPH lebih ke beratnya, sedangkan saat Iduladha dilihat kegagahannya. Hewan ternak yang kecil tetapi gagah bisa lebih mahal," kata Rochadi.

Dengan dasar perhitungan tersebut, harga daging sapi bisa dihargai di kisaran Rp50.000-Rp60.000/kg, sementara penjualan ke RPH biasanya berada di kisaran Rp45.000-Rp47.000/kg.

Berdasarkan catatan Rochadi yang bekerja untuk wilayah binaan Bandung Raya, permintaan daging sapi ia sebut naik sekitar 20% dibanding tahun lalu. Ia memperkirakan di tingkat nasional bisa sampai 15%.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, 2018, penyembelihan hewan kurban di Indonesia pada 2018 lalu tercatat mencapai 1,22 juta ekor yang terdiri atas 342.261 ekor sapi, 11.780 ekor kerbau, 650.990 ekor kambing, dan 219.253 ekor domba.

Kebutuhan ternak untuk ibadah kurban tahun 2019 ini sendiri diprediksi akan meningkat sekitar 10% dari kebutuhan tahun 2018. Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut telah dilakukan rapat koordinasi evaluasi pasokan sapi dan daging lokal menjelang Iduladha antara Kementerian Koordinator Perekonomian, Ditjen PKH serta dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan.

Salah satu upaya yang telah dilaksanakan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan daging sapi dan kerbau adalah melalui Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siwab) dengan penerapan teknologi tepat guna baik itu transfer embrio (TE) maupun Inseminasi Buatan (IB). 

Sejak 2017 sampai Juni 2019, total realisasi IB tercatat mencapai 10,54 juta ekor akseptor atau 105% dari target sebesar 10 juta ekor. Untuk realisasi kebuntingan, jumlahnya sendiri mencapai 4,98 juta ekor atau 69,19% dari target 7,2 juta kebuntingan. Sementara pada kelahiran, Kementan mencatat selama periode ini terdapat 3,69 juta ekor yang telah lahir atau 64,18% dari target 5,76 juta ekor.

Indonesia saat ini juga tengah mengembangkan sapi jenis Belgian Blue asal Belgia. Jenis sapi ini memiliki persentase karkas yang tinggi karena memiliki karakteristik “double muscle”. Per 14 Juli 2019, telah lahir 392 ekor kelahiran sapi Belgian Blue hasil transfer embrio dan IB, dan sebanyak 475 ekor dalam keadaan bunting. Pada 2019, 1.000 pedet sapi Belgian Blue diharapkan dapat lahir

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hewan kurban

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top