Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Semikonduktor dan Seluler Samsung Melemah

Perusahaan raksasa teknologi Samsung Electronics Co Ltd membukukan penurunan laba mencapai 56% pada kuartal kedua tahun ini.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  09:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan raksasa teknologi Samsung Electronics Co Ltd membukukan penurunan laba mencapai 56 persen pada kuartal kedua tahun 2019.

Samsung menyatakan bahwa bisnis cip atau perangkat semikonduktornya sebagai salah satu unit bisnis utama perusahaan mengalami penurunan yang cukup signifikan mencapai 71 persen.

Penurunan bisnis cip tersebut, kata Samsung, terjadi di tengah kelebihan pasokan cip global. Sementara pihak lain memperkirakan industri memori cip turun terkait dengan melambatnya penjualan gadget seperti ponsel pintar. Akan tetapi, Samsung memperkirakan pasar bakal mulai pulih pada semester kedua.

“Permintaan server diperkirakan meningkat secara bertahap karena pelanggan menyesuaikan tingkat inventaris mereka dan melanjutkan pembelian. Sementara permintaa PC juga cenderung meningkat,” kata Samsung seperti dikutip Reuters, Rabu (31/7/2019).

Kendati begitu, banyak pihak memperkirakan bahwa Samsung masih akan menghadapi ketidakpastian dalam bisnis memori dan bisnis seluler pada paruh kedua tahun ini. Hal ini masih berkaitan dengan perang perdagangan Amerika Serika dan China yang terus berlanjut.

Selain itu, bisnis cip Samsung juga mungkin dipengaruhi oleh pembatasan pasokan utama dari Jepang atas pertikaian polemic antara Negeri Sakura dengan korea Selatan tersebut. Alhasil, bisnis cip Samsung pada kuartal ketiga masih akan menghadapi hadangan dari sisi produksi dan pemasaran.

Sementara itu, bisnis seluler dari Samsung mencatat penurunan pendapatan hingga 42 persen dibandingkan dengan kuartal kedua tahun lalu.

Samsung mengisyaratkan penurunan ini terjadi lantaran perusahaan terbebani oleh penjualan yang lebih lambar dalam beberapa model andalannya dan peningkatan biaya pemasaran.

Adapun, perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu masih akan meluncurkan dua produk ponsel pintar kelas atasnya di semester kedua tahun ini dengan harapan bisa meningkatkan keuntungan.

Salah satu dari ponsel premium yang akan meluncur dalam waktu dekat adalah Galaxy Fold yang merupakan ponsel pintar lipat pertama milik Samsung. Rencananya ponsel tersebut bakal resmi meluncur pada September di pasar-pasar tertentu.

Namun, para analis memperkirakan bahwa pemberitaan sebelumnya tentang gangguan yang terjadi pada perangkat Galaxy Fold masih akan membayangi peluncuran produk tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

samsung china amerika serikat
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top