Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vietnam Diminta Pangkas Surplus Dagang dengan AS

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer menegaskan bahwa Vietnam harus mengambil kebijakan untuk memangkas surplus perdagangan bilateral dengan Amerika Serikat di tengah tekanan pemerintahan Trump yang makin meningkat terhadap negara Asia Tenggara tersebut.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  11:49 WIB
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri (PM) Vietnam Nguyen Xuan Phuc melambaikan bendera Vietnam sambil menyapa para siswa yang menyambut mereka di Hanoi, Vietnam, Rabu (27/2/2019). - Reuters/Leah Millis
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri (PM) Vietnam Nguyen Xuan Phuc melambaikan bendera Vietnam sambil menyapa para siswa yang menyambut mereka di Hanoi, Vietnam, Rabu (27/2/2019). - Reuters/Leah Millis

Bisnis.com, JAKARTA -- Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer menegaskan bahwa Vietnam harus mengambil kebijakan untuk memangkas surplus perdagangan bilateral dengan Amerika Serikat di tengah tekanan pemerintahan Trump yang makin meningkat terhadap negara Asia Tenggara tersebut.

Dalam sebuah pernyataan tertulis kepada Komite Keuangan Senat AS, Lighthizer mengatakan bahwa makin hari perdagangan AS dengan Vietnam makin berkurang dan pemerintah bersikukuh bahwa Vietnam harus bergerak untuk mengurangi defisit perdagangan yang diderita Washington.

"Langkah-langkah yang harus diambil Vietnam termasuk menambah impor barangnya dari Amerika Serikat serta menyelesaikan pembatasan akses pasar terkait barang, jasa, produk pertanian, dan kekayaan intelektual,” tulis Lighthizer seperti dikutip melalui Bloomberg, Selasa (30/7/2019).

Vietnam menjadi sasaran ancaman dagang yang empuk bagi pemerintahan Trump atas surplus perdagangannya dengan AS, salah satu pasar terbesarnya.

Menurut data Biro Sensus AS, surplus perdagangan tahunan Vietnam dengan AS telah melampaui US$20 miliar sejak 2014 dan mencapai US$40 miliar tahun lalu, tertinggi dalam catatan yang sejak 1990.

Untuk 5 bulan pertama tahun ini, surplus sudah 43% lebih tinggi dari tahun lalu pada kisaran US$21,6 miliar.

Pada bulan Mei, Departemen Keuangan AS menambahkan Vietnam ke daftar pantauan negara-negara untuk kemungkinan manipulasi mata uang. 

Lighthizer juga mengkritik Vietnam karena adanya sejumlah hambatan perdagangan tidak adil yang dihadapi bisnis AS di Vietnam.

Kementerian Luar Negeri Vietnam tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pernyataan Lighthizer ini merupakan jawaban dari pertanyaan Senator Mark Warner (D-Va.), pada pemberian testimoni di hadapan komite pada 18 Juni.

Warner bertanya apakah Lighthizer setuju dengan Trump bahwa Vietnam telah mengambil lebih banyak keuntungan terhadap AS daripada China.

"Saya khawatir bahwa pemerintah sedang mengejar strategi perdagangan ad hoc yang memiliki efek mengisolasi mitra regional," kata Warner.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang dagang AS vs China
Editor : Achmad Aris

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top