Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Facebook Hapus 1.800 Akun Propaganda di Thailand, Rusia, Ukraina dan Honduras

Penyedia layanan sosial media Facebook Inc mengaku telah menghapus 1.800 akun dan laman di Thailand, Rusia, Ukraina dan Honduras sebagai bagian dari upaya memerangi propaganda politik dan kegiatan penyalahgunaan layanan media sosial ciptaan Mark Zuckerberg tersebut.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  18:30 WIB
Stiker dengan logo Facebook terlihat dalam konferensi F8 yang digelar Facebook di San Jose, California, AS, Selasa (30/4/2019). - Reuters/Stephen Lam
Stiker dengan logo Facebook terlihat dalam konferensi F8 yang digelar Facebook di San Jose, California, AS, Selasa (30/4/2019). - Reuters/Stephen Lam

Bisnis.com, BANDUNG - Penyedia layanan sosial media Facebook Inc mengaku telah menghapus 1.800 akun dan laman di Thailand, Rusia, Ukraina dan Honduras sebagai bagian dari upaya memerangi propaganda politik dan kegiatan penyalahgunaan layanan media sosial ciptaan Mark Zuckerberg tersebut.

Secara rinci, Facebook menghapus setidaknya 294 akun, 1.509 laman dan 32 grup di empat negara tersebut.

Menurut Reuters, perusahaan memiliki daftar kolektif sebanyak 274.000 akun ataupun laman yang dihapus.

Facebook melakukan langkah tersebut secara global setelah pemerintah dan organisasi disejumlah negara menekan perusahaan karena tidak bereaksi secara cepat dalam memberantas konten extrimisme dan aksi propaganda.

"Kami tidak melihat adanya hubungan di antaranya, tetapi mereka mengunakan akun palsu yang menyesatkan masyarakat," ungkap Kepala Keamanan Siber Facebool Nathaniel Gleicher, Kamis (27/05/2019).

Dia menambahkan Facebook mengambil langkah tersebut berdasarkan perilaku yang menipu, bukan berdasarkan konten yang diunggah.

Menurutnya, akun yang dihapus di Thailand mengunakan identitas palsu untuk mempromosikan naratif negatif soal politik di Thailand, hubungan China dan AS, protes di Hong Kong dan kritik dari aktivis demokrasi di Thailand.

"Kami dapat menemukan bahwa sejumlah kegiatan dari jaringan ini terkait dengan satu individu di Thailand yang terasosiasi dengan New Eastern Outlook, jurnal yang disokong pemerintah rusia," ujar Gleicher.

Sementara itu, akun dan halaman dari Rusia dan Ukraina yang memuat diskusi serta kritik bagi pemerintah Ukraina mengunakan akun palsu dengan status pemilik sebagai jurnalis dan militer ikut dihapus satu minggu sebelum pemilihan umum di Ukraina. 

Berbeda di Honduras, Facebook mengatakan pihaknya menghapus akun palsu yang mengunggah konten positif terkait dengan presiden di negara ini. Setelah penelitian lebih lanjut, akun tersebut terkait dengan seseorang yang menjalankan kegiatan sosial media bagi pemerintah Honduras.

Selama 2019, Facebook telah 36 kali menghapus akun provokatif semacam ini secara global, jumlahnya meningkat dibandingkan 24 kali pada 2018.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

facebook
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top