Alat Deteksi Kebencanaan Rawan Hilang, Presiden Minta BMKG Kerja Sama dengan Aparat Keamanan

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa BMKG dituntut untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar sigap dalam menghadap potensi kebencanaan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  12:34 WIB
Alat Deteksi Kebencanaan Rawan Hilang, Presiden Minta BMKG Kerja Sama dengan Aparat Keamanan
Petugas BMKG menunjukkan area pergerakan badai Siklon Tropis Cempaka di Laboratorium BMKG Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/11). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Kabar24.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo meminta kinerja Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk meningkatkan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa BMKG dituntut untuk meningkatkan sensitivitas dan respons terhadap alat-alat yang dimiliki guna menjamin informasi kebencanaan dapat diakses oleh masyarakat.

“Saya melihat, sekarang juga, tadi sudah dipaparkan mengenai inovasi-inovasi dari BMKG, peralatan-peralatan yang dimiliki saya kira ya ke depan memang harus banyak hal yang harus diperbarui di BMKG, peralatannya. Kalau udah beli, udah dipasang, tolong dilihat, kontrol, cek terus,” katanya di Istana Negara, Selasa (23/7/2019).

Guna mencegah alat-alat BMKG hilang karena diambil oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab, dia menekankan BMKG harus aktif menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga di daerah. Salah satunya adalah aparat keamanan.

“Jangan sampai baru dipasang dua hari, barangnya hilang. Baru dipasang seminggu sudah enggak ada barangnya,” ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung pentingnya untuk menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah daerah supaya pembangunan yang terjadi mengacu pada pemetaan daerah-daerah rawan bencana.

“Kalau daerah-daerah yang rawan bencana ya tolong diberitahukan sampaikan ke daerah. Ini rawan gempa, lokasi ini rawan banjir, jangan dibangun bandara, jangan dibangun bendungan, jangan dibangun perumahan,” tekannya.

Terkait dengan edukasi kepada masyarakat, dia menekankan pentingnya untuk membangun kesadaran mulai dari usia dini bahwa Indonesia merupakan negara rawan bencana. Kesadaran tersebut diakuinya bisa ditanamkan melalui kurikulum sekolah dari SD, SMP, dan SMA.

“Seperti di Jepang yang kita lihat, kalau ada gempa, sirine enggak bunyi tenang-tenang aja. Tapi begitu sirine bunyi, larinya ke mana, arahnya ke mana, sudah jelas semuanya. Jalur evakuasi jelas semua,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, BMKG, mitigasi bencana, bencana alam

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top