Dalam 6 Bulan, Pembunuhan Meksiko Sudah Capai 14.603 Kasus

Kasus pembunuhan di Meksiko melonjak ke rekor tertinggi pada paruh pertama tahun ini.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  11:02 WIB
Dalam 6 Bulan, Pembunuhan Meksiko Sudah Capai 14.603 Kasus
Ilustrasi pembunuhan di Meksiko. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus pembunuhan di Meksiko melonjak ke rekor tertinggi pada paruh pertama tahun ini.

Menurut data Kantor Keamanan Publik Nasional Meksiko, seperti dikutip dari Reuters, Senin (22/7/2019), angka kasus pembunuhan sepanjang periode Januari-Juni 2019 mencapai 14.603 kasus. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu, angka kasus pembunuhan mencapai 13.985 kasus.

Tahun lalu, angka kasus pembunuhan di Meksiko mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, yakni menembus 29.111 kasus.

Selama bertahun-tahun Meksiko telah menghadapi masalah kekerasan seiring pemerintah Meksiko memerangi kartel narkoba yang brutal. Penangkapan para pemimpin kartel narkoba telah mengakibatkan fragmentasi geng dan pertempuran antar geng yang semakin ganas.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menyalahkan kebijakan ekonomi pemerintahan sebelumnya karena memperburuk kekerasan. Pemerintahannya berjanji untuk membasmi korupsi dan kesenjangan di Meksiko untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kebijakan sosial sangat penting. Kami setuju kebijakan-kebijakan itu akan memiliki efek positif. Tetapi efek positif ini akan terlihat dalam jangka panjang," kata Francisco Rivas, Direktur National Citizen Observatory, kelompok sipil yang memantau keadilan dan keamanan di Meksiko.

Kompleksitas memerangi kelompok-kelompok kriminal adalah tantangan utama bagi pemerintahan muda Lopez Obrador, yang telah bersumpah untuk mencoba pendekatan yang berbeda dari pendahulunya.

Bulan lalu, pemerintahannya meluncurkan pasukan militer baru, Polisi Pengawal Nasional, yang ditugaskan membantu memperbaiki masalah kekerasan kelompok kriminal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembunuhan, militer

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top