Gembong Narkoba El Chapo, Sang Robin Hood Akhirnya Dipenjara Seumur Hidup

Gembong narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman Loera dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan di Amerika Serikat karena melakukan kejahatan luar biasa. Meski demikian, pria 62 tahun itu ternyata dicintai dan dihormati oleh banyak orang di negara asalnya, Meksiko.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  12:15 WIB
Gembong Narkoba El Chapo, Sang Robin Hood Akhirnya Dipenjara Seumur Hidup
Joaquin "El Chapo" Guzman melambai kepada istrinya, Emma Coronel Aispuro di pengadilan saat sidang hukuman untuk Guzman di New York City, AS 17 Juli 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Gembong narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman Loera dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan di Amerika Serikat karena melakukan kejahatan luar biasa. Meski demikian, pria 62 tahun itu ternyata dicintai dan dihormati oleh banyak orang di negara asalnya, Meksiko.

Banyak orang di negara bagian Sinaloa, Meksiko, memperlakukan Guzman sebagai sosok pahlawan layaknya Robin Hood. Dia kerap membantu desa pegunungan yang miskin, tempat dia lahir dan tumbuh.

Bahkan di sebuah kapel di Culiacan, Ibu Kota Sinaloa, para pedagang menjual patung-patung Guzman berkumis yang menggunakan senapan dan granat, serta foto-foto berbingkai dari sang raja narkoba, tepat di samping rosario dan gambar-gambar berwarna warni Yesus Kristus.

"Dia memiliki sisi buruknya, tetapi bagi saya dia adalah orang yang baik. Dia banyak membantu Culiacan, banyak orang mencintainya," kata seorang bernama Rafael Morales, dikutip dari Reuters, Kamis (18/7/2019).

Seorang wanita memegang gambar raja obat bius Meksiko Joaquin "El Chapo" Guzman di sebuah kios di luar kapel "Saint Jesus Malverde" di Culiacan, di negara bagian Sinaloa, Meksiko, 17 Juli 2019./Reuters

Penduduk setempat pun menyesalkan Guzmen tidak diadili dan dihukum di tanah kelahirannya. Menurut mereka akan lebih adil jika Guzmen dikirim ke penjara di Meksiko sehingga setidaknya keluarganya dapat mengunjunginya.

"Apa pun yang telah dilakukannya, dia membantu," kata wanita bernama Karla Arellano yang menilai hukuman Guzmen tidak adil.

Guzmen dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan hukuman tambahan 30 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Brooklyn, New York pada Rabu (17/7/2019). Vonis tersebut diberikan menyusul putusan bersalah yang diberikan hakim pada Februari lalu.

Mereka menyatakan Guzman terbukti bersalah menjual beragam narkoba mulai dari heroin, kokain dan ganja serta melakukan konspirasi dengan membunuh sejumlah orang sebagai pimpinan kartel Sinaloa.

Seorang perwira Polisi AS berjaga di luar persidangan Joaquin Guzman, raja obat bius Meksiko yang dikenal sebagai "El Chapo", di Pengadilan Federal Brooklyn, di wilayah Brooklyn di New York, AS, 17 Juli 2019./Reuters

 

Seorang perwira Polisi AS berjaga di luar persidangan Joaquin Guzman, raja obat bius Meksiko yang dikenal sebagai "El Chapo", di Pengadilan Federal Brooklyn, di wilayah Brooklyn di New York, AS, 17 Juli 2019./Reuters

 Selama menunggu sidang vonis, El Chapo ditahan di penjara dengan tingkat pengamanan maksimum Metropolitian di Manhattan, Amerika Serikat. Hakim juga memutuskan menyita seluruh kekayaan El Chapo yang diperkirakan bernilai US$12,6 miliar.

Guzman selalu kabur dari kejaran aparat Meksiko dan bersembunyi di wilayah pegunungan bersama para pengawalnya yang bersenjata lengkap. Dia ditangkap pada 1993 tetapi berhasil kabur pada 2001, dengan cara bersembunyi di keranjang cucian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
narkoba, amerika serikat, meksiko

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top