Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia, Berikut Daftarnya

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi selama tiga hari berturut-turut di sejumlah perairan Indonesia.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  10:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi selama tiga hari berturut-turut di sejumlah perairan Indonesia.

Peringatan gelombang tinggi tersebut belaku mulai 17 Juli 2019 pukul 7.00 hingga 20 Juli 2019 pukul 7.00 WIB. Gejala alam ini diakibatkan adanya tropical storm Danas di perairan utara Filipina.

"Hati-hati bagi yang akan melaut selalu update info gelombang tinggi di akun [@infobmkg] yah sob," tulis @infoBMKG, Rabu (17/7/2019).

Menurut keterangan yang dikeluarkan BMKG, kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Bengkulu - Enggano, perairan barat Lampung - perairan selatan Banten, hingga Jawa Barat, Samudera Hindia, barat Bengkulu hingga selatan Jawa Barat, laut Natuna Utara dan Laut Banda.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut. "Mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," tulis BMKG.

Berikut daftar wilayah berbahaya dan sangat berbahaya terhadap gelombang tinggi selama 17 - 20 Juli 2019:

Tinggi Gelombang 1,25 - 2,50 meter (waspada)

- Selat Malaka bagian utara

- Perairan timur Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai

- Selat Sape bagian selatan

- Selat Sumba dan Selat Ombai

- Laut Natuna utara dan Laut Natuna

- Perairan Kepulauan Anambas hingga Natuna

- Perairan timur Kepulauan Bintan hingga Kepulauan Lingga

- Perairan utara Pangkalpinang

- Selat Karimata dan Selat Gelasa

- Laut Jawa

- Perairan utara Jawa Timur hingga Kepulauan Kangean

- Perairan selatan Kalimantan

- Perairan Kotabaru dan perairan Balikpapan

- Selat Makassar

- Perairan Kepulauan Selayar - Sabalana

- Teluk Bone bagian selatan dan Teluk Tolo

- Perairan Manui - Kendari

- Perairan kepulauan Baubau

- Perairan selatan Kepulauan Banggai - Sula

- Laut Flores dan Laut Seram

- Perairan selatan Pulau Buru - Pulau Seram

- Perairan Kepulauan Kei hingga Aru

- Laut Arafuru bagian barat dan timur

- Perairan Fakfak hingga Amamapere

- Perairan Kalimantan Utara

- Perairan Timur Bitung

- Perairan selatan Sulawesi Utara

- Laut Maluku dan Laut Halmahera

- Perairan Kepulauan Halmahera

- Perairan Raja Ampat - Sorong

- Perairan Biak hingga Jayapura

- Perairan kepulauan Sermata hingga Kepulauan Babar

Tinggi Gelombang 2,50 - 4,0 meter (Berbahaya)

- Perairan Sabang - Banda Aceh

- Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai

- Perairan Bengkulu hingga barat Lampung

- Selat Sunda bagian selatan

- Perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba

- Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan

- Perairan selatan Pulau Sawu - Pulau Rotte

- Laut Sawu dan laut Timor selatan NTT

- Samudera Hindia selatan jawa Barat hingga NTT

- Perairan timur Kepulauan Wakatobi

- Laut Banda

- Laut Arafuru bagian tengah

- Perairan Kepulauan Panimbar

Tinggi Gelombang 4,0 - 6,0 meter (Sangat Berbahaya)

- Perairan utara Sabang

- Samudera Hindia barat Aceh hingga Simeulue

- Samudera Hindia barat Tenggano hingga selatan Banten

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gelombang tinggi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top