Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PM Abe Berharap Ada Kemajuan dalam Perundingan Nuklir Korut

Jepang mendukung perundingan denuklirisasi antara AS dan Korea Utara (Korut).
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 01 Juli 2019  |  11:28 WIB
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump di KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump di KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe mengatakan bahwa Jepang mendukung proses perundingan denuklirisasi lanjutan antara AS dan Korea Utara (Korut).

Dia berharap pembicaraan terbaru antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un dapat menghasilkan perkembangan positif.

"Saya berharap pertemuan antar kedua kepala negara ini akan mengarah pada kemajuan," ujar Abe, seperti dikutip Reuters dari Kyodo News dan Jiji Press, Senin (1/7/2019).

Pernyataan Abe tersebut disampaikan setelah Kim dan Trump sepakat untuk memulai kembali dialog guna mencari terobosan baru dalam masalah denuklirisasi di Semenanjung Korea. Keduanya bertemu Demiliterized Zone (DMZ) antara Korea Selatan (Korsel) dan Korut, Minggu (30/6).

Pertemuan itu membicarakan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan denuklirisasi yang belakangan mandek setelah KTT AS-Korut di Hanoi, Vietnam pada Februari 2019 gagal. Kabarnya, pertemuan itu dipicu cuitan spontan Trump di Twitter yang mengundang Kim untuk bertemu.

Dalam pertemuan kemarin, Trump dan Kim berjabat tangan dengan hangat dan menyatakan harapan akan perdamaian. Trump, dikawal oleh Kim, melewati garis demarkasi militer ke sisi utara DMZ, yang dipatroli oleh tentara Korut dan Korsel.

Beberapa saat kemudian, mereka kembali ke sisi selatan dan bergabung dengan Presiden Korsel Moon Jae-in untuk obrolan singkat. Dengan begitu, terjadi pertemuan tiga pihak yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni antara AS, Korut, dan Korsel.

Trump dan Kim kemudian mengadakan pertemuan tertutup selama hampir satu jam. Trump berujar kedua belah pihak akan membentuk tim untuk mendorong perundingan yang macet. Tim ini bertujuan untuk membuat Korut menyerahkan senjata nuklirnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang korut
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top