Massa GNPF Ulama dan Alumni 212 Ajukan Petisi untuk Hakim MK

Puluhan massa aksi Gerakan Nasional Pengawal Ulama Ulama dan Alumni 212 membacakan Petisi Kedaulatan Rakyat Untuk Keadilan dan Kemanusiaan. Rencananya petisi akan diserahkan kepada Hakim Mahkamah Konstitusi.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  16:35 WIB
Massa GNPF Ulama dan Alumni 212 Ajukan Petisi untuk Hakim MK
Suasana sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (Pemilu) (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6). Agenda persidangan kali ini adalah pembacaan materi gugatan dari pemohon./JIBI - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA--Puluhan massa aksi Gerakan Nasional Pengawal Ulama Ulama dan Alumni 212 membacakan Petisi Kedaulatan Rakyat Untuk Keadilan dan Kemanusiaan. Rencananya petisi akan diserahkan kepada Hakim Mahkamah Konstitusi.

Petisi tersebut dibacakan oleh beberapa orang di antaranya Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis, dan Koordinator Aksi Abdullah Hahemahua.

Dalam petisinya mereka menyatakan mengecam keras segala bentuk kecurangan dan kezaliman, menolak segala bentuk hukum yang menjustifikasi kecurangan dan kezaliman, serta menyatakan melakukan perlawanan secara konstitusional terhadap segala bentuk kecurangan dan kezaliman untuk keselamatan agama, bangsa dan negara.

Sebelumnya Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis menyampaikan pesan dari Founder FPI Habib Rizieq Shihab ke seluruh massa aksi 212 dan GNPF.

Sobri mengklaim dirinya telah bertemu Rizieq di Arab Saudi. Dia menjelaskan bahwa Habib Rizieq menitipkan salam kepada seluruh massa yang menggelar aksi hari ini dan menyampaikan pesan agar istiqamah berjuang menegakkan keadilan serta mengawal hasil Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di MK.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Sidang MK

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup