PBB Ajak Negara-Negara Jaga Ketenangan Kawasan Teluk

Ketua Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memberikan peringatan untuk menghindari segala bentuk peningkatan ketegangan di kawasan negara-negara Teluk.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  00:15 WIB
PBB Ajak Negara-Negara Jaga Ketenangan Kawasan Teluk
Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengikuti pertemuan Asean Leaders Gathering di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). - ANTARA/Afriadi Hikmal

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memberikan peringatan untuk menghindari segala bentuk peningkatan ketegangan di kawasan negara-negara Teluk.

Hal tersebut disampaikan Guterres di sela-sela World Conference of Ministers Responsible for Youth yang berlangsung di Lisbon, Portugal, Minggu (23/6/2019). Pernyataan tersebut disampaikannya setelah terjadi penembakan pesawat tak berawak milik Amerika Serikat oleh Iran.

"Dunia tidak mampu melakukan konfrontasi besar Teluk. Semua orang harus tetap nerves of steel [menjaga ketenangan di tengah ketegangan]," ujar Guterres pada Minggu (23/6/2019) dilansir dari Reuters.

Komentar Guterres tersebut disampaikam sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pihaknya akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran, akibat insiden tersebut.

"Sangat penting untuk menghindari segala bentuk eskalasi," tambah Guterres.

Pada Kamis (19/6/2019), sebuah rudal milik Iran menghancurkan sebuah pesawat tak berawak Global Hawk milik Amerika Serikat. Insiden tersebut, menurut pihak Washington, terjadi di wilayah udara internasional.

Trump kemudian mengatakan dia telah membatalkan serangan militer untuk membalas rudal tersebut karena dapat menewaskan 150 orang.

Pada Sabtu (22/6/2019), pemerintah Iran menyatakan bahwa pesawat tak berawak tersebut ditembak jatuh di atas wilayahnya. Pihak Teheran pun mengatakan akan merespon dengan kuat segala macam ancaman dari Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran, pbb

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top