Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ratna Sarumpaet Tidak Menduga Kebohongannya Akan Berdampak Hukum

Maka Ratna Sarumpaet menilai tuntutan jaksa yang menjeratnya dengan pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tidak berdasar. Dia pun berpendapat, berita bohong yang dibuatnya tersebut bersifat pribadi karena hanya disampaikan kepada orang-orang dekatnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  23:48 WIB
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet bersiap mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet bersiap mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Terdakwa berita bohong atau hoax yang menyebabkan keonaran Ratna Sarumpaet menilai kasusnya sejak awal dipolitisasi yang kemudian digiring demi kepentingan salah satu pasangan calon presiden. Dia menyampaikannya saat membacakan nota pembelaaan (pleidoi) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

"Saksi-saksi di persidangan mengungkap bahwa berita bohong yang saya buat tidak ada motif politik," ujarnya di hadapan Majelis Hakim. "Tapi semata mata untuk menutupi kepada anak-anak saya bahwa saya dalam usia lanjut masih melakukan operasi sedot lemak."

Maka Ratna Sarumpaet menilai tuntutan jaksa yang menjeratnya dengan pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tidak berdasar. Dia pun berpendapat, berita bohong yang dibuatnya tersebut bersifat pribadi karena hanya disampaikan kepada orang-orang dekatnya.

"Saya tidak pernah menyangka sedikitpun bahwa kebohongan pribadi yang saya sampaikan ke beberapa orang itu akan berdampak hukum," ujarnya.

Jaksa penuntut umum menuntut Ratna Sarumpaet dihukum penjara 6 tahun. Jaksa menyatakan Ratna bersalah atas penyebaran berita bohong tentang penganiyaan dirinya sehingga menimbulkan keonaran di masyarakat. Ratna dianggap terbukti melanggar Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang mengedarkan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran.

Lebih lanjut Ratna mengungkapkan bahwa penyidikan oleh polisi menggiring opini publik seolah berita bohong terkait penganiayaan dengan sengaja dibuat dan disebarkan untuk kepentingan salah satu pasangan calon presiden. Namun, fakta sebenarnya terungkap dalam pengadilan bahwa dia tidak memiliki motif politik dalam berita bohong atau hoax tersebut.

"Sulit dipungkiri betapa kasus berita bohong yang menimpa saya sudah sejak awal sarat dengan politisasi," tutur Ratna Sarumpaet. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ratna Sarumpaet

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top