Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fahri : Anggaran Dipotong, Pemerintah Ingin Lemahkan Pengawasan DPR

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan bahwa kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani memotong anggaran parlemen akan membuat pengawasan dari DPR melemah sehingga berpotensi meningkatkan angka korupsi di lembaga eksekutif.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 17 Juni 2019  |  16:49 WIB
Gedung DPR/MPR - JIBI/Felix Djody
Gedung DPR/MPR - JIBI/Felix Djody

Bisnis.com, JAKARTA—Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan bahwa kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani memotong anggaran parlemen akan membuat pengawasan dari DPR melemah sehingga berpotensi meningkatkan angka korupsi di lembaga eksekutif.

“Tidak ada negara demokrasi yang anggarannya dikontrol oleh pemerintah, cuma di Indonesia. Pemerintah tak boleh mengontrol anggaran DPR karena hal itu akan melemahkan pengawasan termasuk korupsi,” ujarnya di Gedung DPR, Senin (17/6).

Dia menilai Pemerintah tak mau posisi DPR kuat sehingga anggarannya dipotong. Padahal, ujarnya, cheks and banaces sangat diperlukan di dalam negara demokrasi.

“Sekarang lembaga legislatif pegawainya dipegang Kementerian Penertiban Aparatur Negara (PAN), uangnya dipegang dan dikontrol Menkeu,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR juga menyampaikan penilaian yang lebih keras. Dia bahkan menilai Sri Mulyani kejam dan tidak berperikemanusiaan karena kebijakannya tersebut.

Menurut Anton, anggaran DPR untuk pembangunan yang diajukan sebesar Rp7,7 triliun, tetapi hanya direalisasikan Rp5,7 triliun.

Padahal, lanjutnya, ruangan anggota DPR perlu diperluas karena dianggap sudah tidak layak dipakai, dan itu membutuhkan dana.

“Menteri Keuangan itu kejam, tidak berperikemanusiaan, karena anggaran kita dipotong-potong,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anggaran fahri hamzah
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top