Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Moody's Pangkas Peringkat Turki

Moody's memangkas peringkat kredit Turki, seiring dengan risiko krisis neraca pembayaran terus meningkat, dan risiko gagal bayar utang dari pemerintah. 
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 15 Juni 2019  |  12:19 WIB
Seorang pria mengibarkan bendera Turki dengan potret Mustafa Kemal Ataturk di depan Anitkabir, tempat peristirahatan Ataturk, di Ankara, Turki, Selasa (2/4/2019). - Reuters/Umit Bektas
Seorang pria mengibarkan bendera Turki dengan potret Mustafa Kemal Ataturk di depan Anitkabir, tempat peristirahatan Ataturk, di Ankara, Turki, Selasa (2/4/2019). - Reuters/Umit Bektas

Kabar24.com, JAKARTA -- Moody's memangkas peringkat kredit Turki, seiring dengan risiko krisis neraca pembayaran terus meningkat, dan risiko gagal bayar utang dari pemerintah. 

Moody's menurunkan peringkat ke B1 dari Ba3 dan mempertahankan pandangan negatif. Sebelumnya Moody's juga telah memotong peringkat menjadi Ba3 dari Ba2 pada bulan Agustus tahun lalu.

Menanggapi hal tersebut, Departemen Keuangan Turki mengatakan penurunan peringkat tidak sesuai dengan indikator ekonomi negaranya.

"Keputusan itu tidak sesuai dengan indikator fundamental ekonomi Turki dan karenanya menciptakan tanda tanya tentang obyektivitas dan ketidakberpihakan dari analisis lembaga," katanya dalam sebuah pernyataan resmi yang dikutip dari laman Reuters, Sabtu (15/06/2019.

Mereka menjelaskan, indikator ekonomi Turki dibandingkan dengan ekonomi pasar berkembang lainnya jauh lebih baik. Indikator tersebut adalah penurunan inflasi dan peningkatan pendapatan dari sektor pariwisata. "Kami sedih melihat bahwa perkembangan yang sangat positif ini diabaikan."

Moody’s menyatakan erosi masih berlanjut pada kelembagaan dan efektivitas kebijakan. Hal ini berpengaruh besar pada kepercayaan investor.

"Ini masih sangat rentan terhadap periode volatilitas ekonomi dan keuangan akut yang berkepanjangan," kata pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa cadangan devisa lemah.

Dikatakan bahwa sebagian besar tindakan yang diambil oleh pemerintah terus difokuskan pada prioritas jangka pendek untuk menopang kegiatan ekonomi dengan mengorbankan ketahanan ekonomi dan sistem perbankannya terhadap guncangan eksternal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krisis turki
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top