Indonesia Suarakan Solidaritas Dunia Terhadap Pekerja Palestina

Dalam pernyataannya, Hasan menekankan bahwa Indonesia sangat prihatin ketika di ulang tahunnya yang ke-100, ILO sedang membahas masa depan kerja layak, tetapi para pekerja Palestina justru terus menghadapi kesulitan dalam peroleh pekerjaan.
Indonesia Suarakan Solidaritas Dunia Terhadap Pekerja Palestina Fitri Sartina Dewi | 14 Juni 2019 22:15 WIB
Indonesia Suarakan Solidaritas Dunia Terhadap Pekerja Palestina
Bendera Palestina - aljazeera.net

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia kembali menyuarakan solidaritas terhadap para pekerja Palestina, dan menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan dalam program pengembangan kapasitas.

Otoritas Palestina secara khusus telah meminta kepada Duta Besar Hasan Kleib selaku Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa untuk menyampaikan pesan solidaritas atas nama wakil Pemerintah negara-negara anggota PBB bagi para pekerja dan rakyat Palestina dalam acara International Solidarity Meeting with the People and Workers of Palestine.

Pertemuan tersebut dihadiri Perdana Menteri Palestina Muhammad Shtayyeh, Dirjen International Labour Organization (ILO) Guy Ryder, Menteri Ketenagakerjaan Palestina, Dirjen Arab Labour Organization, dan wakil pekerja dan pengusaha Palestina, serta para Duta Besar dan delegasi negara-negara anggota PBB.

Dalam pernyataannya, Hasan menekankan bahwa Indonesia sangat prihatin ketika di ulang tahunnya yang ke-100, ILO sedang membahas masa depan kerja layak, tetapi para pekerja Palestina justru terus menghadapi kesulitan dalam peroleh pekerjaan.

“Aksi blokade yang dilakukan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat tidak hanya membuat rakyat Palestina mengalami kesulitan mendapatkan bantuan kemanusiaan, tetapi juga menghambat kegiatan ekonomi dan sosial,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan yang dirilis pada situs Kemenlu, Jumat (14/6/2019).

Akibat tindakan Israel tersebut, imbuhnya, Palestina mengalami penurunan tingkat partisipasi kerja hingga mencapai 43,5% dan termasuk 10 terendah dari 189 negara di dunia.

Kleib menegaskan bahwa Indonesia juga mengecam keras aksi blokade Israel yang telah mengakibatkan krisis ekonomi dan ketenagakerjaan yang sangat parah di Palestina.

Indonesia juga sangat prihatin atas laporan bahwa para pekerja Palestina di Israel mengalami eksplotasi, pelecehan dan berbagai bentuk pelanggaran hak-hak ketenagakerjaan, seperti kondisi tempat kerja yang sangat buruk, kecelakaan kerja, dan pembayaran upah di bawah minimum.

Oleh sebab itu,  Indonesia mendesak agar Israel menghormati dan mengimplementasikan prinsip-prinsip fundamental dan hak-hak ketenagakerjaan pekerja Palestina.

“Indonesia kembali mengimbau masyarakat internasional untuk meningkatkan upaya bersama agar Israel segera menghentikan berbagai kebijakan dan tindakannya yang tidak manusiawi, dan mengakhiri pendudukan ilegal nya atas wilayah Palestina,” ucapnya.

Di lain pihak, Indonesia mendorong ILO untuk terus mendukung Palestina mencapai kerja layak bagi semua, dan semua pihak terkait, termasuk para pekerja dan pengusaha, perlu untuk memperkuat koordinasi dan dialog guna memastikan perlindungan dan kesejahteraan para pekerja Palestina.

Dalam kesempatan tersebut Kleib juga menegaskan kembali komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus memberikan dukungan bagi Palestina dalam berbagai program pengembangan kapasitas.

Kleib juga memastikan bahwa Indonesia akan selalu mendukung penuh perjuangan sah bangsa Palestina bagi berdirinya negara Palestina yang merdeka, berdaulat dan demokratis dengan ibukota Jerusalem Timur berdasarkan two-state solution.

Pertemuan solidaritas internasional bagi pekerja Palestina tersebut diselenggarakan setiap tahun dengan mengundang wakil kelompok pemerintah, pekerja dan pengusaha.

Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi satu-satunya negara yang mewakili kelompok pemerintah. Permintaan khusus Palestina ini tentunya tidak terlepas dari peranan dan dukungan penuh Pemerintah Indonesia selama ini terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palestina, kemenlu

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top