Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pesawat Tempur F-35 Jepang Diduga Jatuh karena Pilot Vertigo

Angkatan udara Jepang menduga jatuhnya pesawat jet tempur siluman F-35 milik Jepang di atas wilayah Samudra Pasifik pada April lalu, kemungkinan disebabkan pilotnya mengalami disorientasi spasial (kebingungan menentukan arah saat mengemudikan pesawat).
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 10 Juni 2019  |  12:20 WIB
Jet Tempur F-35 terlihat di Berlin, Jerman pada (25/4/2018) - Bisnis/Reuters/Axel Schmidt
Jet Tempur F-35 terlihat di Berlin, Jerman pada (25/4/2018) - Bisnis/Reuters/Axel Schmidt

Bisnis.com, JAKARTA - Angkatan udara Jepang menduga jatuhnya pesawat jet tempur siluman F-35 milik Jepang di atas wilayah Samudra Pasifik pada April lalu, kemungkinan disebabkan pilotnya mengalami disorientasi spasial (kebingungan menentukan arah saat mengemudikan pesawat).

"Tampaknya sangat mungkin bahwa sang pilot menderita vertigo dan tidak mengetahui kondisinya," kata Angkatan Bela Diri Udara Jepang (JASDF) dalam siaran pers, dikutip dari Reuters, Senin (10/6/2019).

Menurut JASDF, kecelakaan tersebut memang disebabkan karena tindakan manusia, namun tidak bisa dianggap sebagai kesalahan pilot.

"Tidak ada indikasi bahwa ada masalah dengan pesawat," ujar JASDF.

Tetapi angkatan udara belum memulihkan data secara utuh dari perekam data penerbangan untuk memperkuat dugaannya tersebut.

Jet Lockheed Martin Corp menghilang dari layar radar selama latihan dengan tiga F-35 lainnya di atas laut sekitar barat laut Jepang pada 9 April 2019. Pesawat jatuh menghantam air dengan kecepatan lebih dari 1.100 kph (683 mph). Pilot berusia 41 tahun yang mengemudikannya tewas.

Puing-puing pesawat yang berusia kurang dari setahun tersebut ditemukan tersebar di dasar laut sekitar 1.500 meter di bawah tempat pesawat itu jatuh.

Saat kecelakaan terjadi, pilot tidak memberikan indikasi bahwa dia dalam masalah dan tidak mencoba menghindari tabrakan meskipun ada instrumentasi canggih dan sistem peringatan kedekatan darat yang seharusnya mengingatkan dia untuk berhenti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang pesawat tempur
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top