Nonaktifkan Akun Pengkritik Pemerintah China, Twitter Minta Maaf

Permintaan maaf ini datang setelah sejumlah aktivis melaporkan bahwa ratusan akun Twitter yang kritis terhadap Partai Komunis dari dalam dan luar China telah dinonaktfikan sekitar pekan lalu.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 03 Juni 2019  |  11:09 WIB
Nonaktifkan Akun Pengkritik Pemerintah China, Twitter Minta Maaf
Logo Twitter - Reuters/Kacper Pempel

Bisnis.com, JAKARTA—Situs jejaring sosial Twitter menulis permintaan maaf karena menangguhkan sejumlah akun yang kritis terhadap pemerintah China. Permintaan maaf ini disampaikan beberapa hari jelang peringatan 30 tahun Tragedi Tiananmen Square yang merupakan isu sensitif bagi China.

Permintaan maaf ini datang setelah sejumlah aktivis melaporkan bahwa ratusan akun Twitter yang kritis terhadap Partai Komunis dari dalam dan luar China telah dinonaktfikan sekitar pekan lalu.

Meski diblokir di China, Twitter dan situs media sosial asal negara asing telah sejak lama digunakan oleh para aktivis dan kritikus pemerintah untuk membahas isu-isu yang disensor di forum domestik, termasuk soal Tragedi Tiananmen.

“Beberapa akun yang diblokir merupakan milik penulis China yang membelot dan aktivis yang telah membantu mendokumentasikan kasus hilangnya warga Uighur, minoritas di Xinjiang, China yang diduga menjadi korban persekusi,” ungkap Cao Yuexin, pendiri situs hak asasi manusia China Change seperti dikutip The Straits Times, Senin (3/6/2019).

Berkaitan dengan hal ini, Twitter mengatakan bahwa penangguhan akun-akun tersebut bukanlah atas permintaan China. Mereka menyebutkan penonaktifan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk membersihkan Twitter dari akun-akun yang diduga terlibat dalam kegiatan manipulasi, termasuk akun yang mencuitkan hal-hal yang diidentifikasi sebagai spam atau sampah. Jika ternyata terdapat akun yang ternyata tak memenuhi kualifikasi tersebut namun tetap ditangguhkan, Twitter mengaku rutinitas tersebut tak selamanya berjalan lancar dan terkadang pihaknya melakukan kesalahan.

“Kami minta maaf. Kami akan bekerja hari ini untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Namun, kami akan tetap waspada dalam menegakkan aturan bagi mereka yang melanggarnya,” tulis Twitter lewat keterangan resmi.

Diskusi mengenai protes pro-demokrasi pada 1989 dan penindasan oleh militer yang mengakibatkan kematian ratusan orang tersebut merupakan hal yang tabu di China. Berbagai artikel, foto, meme, dan bahkan tagar yang merujuk pada aksi respresif yang memasuki peringatan ke-30 pada 4 Juni esok itu pun telah dihapus dari jagat maya oleh pasukan sensor pemerintah.

Pekan lalu, pemerintah China juga memblokir semua laman Wikipedia dari berbagai bahasa yang memuat rincian tentang peristiwa tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
twitter

Sumber : The Straits Times

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top