Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trump Ancam Naikkan Tarif Impor Jika Meksiko Biarkan Imigran Ilegal Masuk

Untuk tahap awal, Presiden AS Donald Trump akan menaikkan tarif impor sebesar 5 persen atas seluruh produk dari Meksiko.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 31 Mei 2019  |  12:43 WIB
Para imigran menyeberangi sungai di dekat proyek pembangunan tembok perbatasan antara El Paso dan Ciudad Juarez, Meksiko, Selasa (5/2/2019). - Reuters/Jose Luis Gonzalez
Para imigran menyeberangi sungai di dekat proyek pembangunan tembok perbatasan antara El Paso dan Ciudad Juarez, Meksiko, Selasa (5/2/2019). - Reuters/Jose Luis Gonzalez

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump berjanji menaikkan tarif impor atas seluruh produk dari Meksiko jika negara tetangganya itu membiarkan gelombang imigran ilegal terus masuk ke AS.
 
Reuters melansir Jumat (31/5/2019), untuk tahap awal, Trump akan menaikkan tarif impor sebesar 5 persen. Jumlahnya bakal terus dinaikkan sampai 25 persen pada 1 Oktober 2019, kecuali Meksiko berhasil memperketat perbatasannya dan menekan jumlah imigran ilegal yang menyeberang ke Negeri Paman Sam.
 
Hal ini disampaikannya melalui akun Twitter resminya. Adapun penaikan tarif bakal dilakukan mulai Senin (10/6).
 
Pernyataan tersebut disampaikan secara tiba-tiba dan bisa berdampak terhadap hubungan ekonomi AS-Meksiko. Apalagi, sekarang kedua negara, bersama Kanada, sedang berupaya meratifikasi perjanjian dagang United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA)--yang menjadi pengganti North American Free Trade Agreement (NAFTA).

Terkait hal ini, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menyatakan dirinya ingin menghindari konfrontasi dengan AS dan menegaskan bahwa keadilan serta persaudaraan universal lebih penting dibandingkan perbatasan.
 
"America First is a fallacy [Mengutamakan AS adalah sebuah pendapat yang keliru]," tegasnya dalam surat resmi yang dikirimkan kepada Trump.
 
Kabar ini juga turut mengejutkan pasar. Peso Meksiko, indeks saham berjangka AS, dan pasar saham Asia turun karena berita tersebut, termasuk saham pabrikan otomotif Jepang yang mengirimkan mobilnya dari Meksiko ke AS.
 
"Kita sedang dalam momentum membangun hubungan yang baik [dengan AS] dan kabar ini datang seperti air dingin," ujar Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) Meksiko untuk Amerika Utara Jesus Seade.
 
Pejabat AS menyebutkan ada 80.000 orang yang berada dalam tahanan karena menyeberang secara ilegal. Rata-rata ada 4.500 imigran yang datang setiap harinya.
 
Jumlah tersebut membuat petugas perbatasan AS kewalahan. Pada Rabu (29/5), petugas perbatasan AS menahan 1.036 imigran yang datang dari Meksiko. 
 
Trump selalu menegaskan akan menghalangi masuknya imigran ilegal ke AS dan menyiapkan sejumlah langkah, termasuk membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko. Kebijakan itu menjadi salah satu hal yang dikampanyekannya sejak mengikuti Pilpres 2016.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

meksiko Donald Trump

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top