Kim Jong-un Eksekusi Pejabat Senior, Setelah Pertemuan Korut-AS di Hanoi Gagal

Penerjemah untuk Kim Jong-un dalam pertemuan Korut-AS di Hanoi, Shin Hye-young, juga dilaporkan telah ditahan di kamp penjara politik, karena dianggap melakukan kesalahan interpretasi yang fatal.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 31 Mei 2019  |  12:39 WIB
Kim Jong-un Eksekusi Pejabat Senior, Setelah Pertemuan Korut-AS di Hanoi Gagal
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un (kiri) dan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo di Pyongyang, Korut, Minggu (7/10/2018). - KCNA via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan melakukan 'pembersihan besar-besaran', salah satunya mengeksekusi pejabat seniornya. 'Pembersihan' dilakukan setelah KTT Amerika Serikat-Korea Utara kedua di Hanoi, Vietnam, pada Februari lalu gagal menghasilkan kesepakatan.

Surat kabar Korea Selatan, Chosun Ilbo, dilansir dari Reuters Jumat (31/5/2019), melaporkan bahwa Korea Utara (Korut) mengeksekusi seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korut bernama Kim Hyok-chol. Dia merupakan utusan khusus Korut untuk Amerika Serikat yang bertanggungjawab atas negosiasi dalam KTT AS-Korea Utara di Hanoi.

"Kim Hyok-chol diselidiki dan dieksekusi di Bandara Mirim bersama empat pejabat kementerian luar negeri pada Maret lalu," kata seorang sumber Korea Utara yang tidak disebutkan namanya.

Sumber tersebut mengatakan bahwa mereka dituduh melakukan mata-mata untuk Amerika Serikat karena melaporkan negosiasi dengan buruk tanpa benar-benar memahami niat AS.

Berdasarkan laporan Chosun Ilbo, selain Kim Hyok-chol, pejabat lain yang disingkirkan adalah Kim Yong-chol. Dia merupakan seorang pejabat senior yang sebelumnya menjadi mitra Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menjelang pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong-un di Hanoi. Kim Yong-chol disebut dikirim ke kamp kerja paksa di Provinsi Jagang, dekat perbatasan China, setelah pemecatannya.

Lalu, Kim Song-hye, yang melakukan negosiasi tingkat kerja bersama Kim Hyok-chol di Hanoi, dikirim ke kamp penjara politik.

Penerjemah untuk Kim Jong-un dalam pertemuan Korut-AS di Hanoi, Shin Hye-young, juga dilaporkan telah ditahan di kamp penjara politik, karena dianggap melakukan kesalahan interpretasi yang fatal.

Sementara itu, Kim Yo-jung, adik Kim Jong-un yang turut serta dalam pertemuan Hanoi, juga diturunkan jabatannya ke tingkat rendah.

Menurut Chosun Ilbo, Kim Jong-un diyakini melakukan 'pembersihan besar-besaran' untuk mengalihkan perhatian dari kekacauan dan ketidakpuasan internal.

Adapun pada Kamis (30/5), surat kabar pemerintah Korea Utara, Rodong Sinmun, menuliskan ulasan yang berisi peringatan kepada para pihak yang berkhianat terhadap Kim Jong-un.

"Bertingkah seperti orang yang menghormati Pemimpin di depan (orang lain) tetapi memimpikan hal lain ketika seseorang berbalik, adalah tindakan anti-Partai, anti-revolusioner yang telah menyingkirkan kesetiaan moral terhadap Pemimpin, dan orang-orang semacam itu tidak akan terhindar dari hukuman keras revolusi," tulis Rodung Sinmun.

"Ada pengkhianat dan pengkhianat yang hanya menghafal kata-kata kesetiaan kepada Pemimpin dan bahkan berubah sesuai dengan tren waktu."

Terkait kabar eksekusi ini, seorang pejabat di Kementerian Unifikasi Korea Selatan menolak berkomentar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korut

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top