JELAJAH LEBARAN JAWA BALI 2019 : Suka Duka Suparman, Tak Pulang Kampung Demi Kelancaran Mudik

Demi menjaga kelancaran arus mudik, tak sedikit orang yang harus rela tak berkumpul dengan keluarga pada Lebaran.
Tim Jelajah Jawa-Bali 2017
Tim Jelajah Jawa-Bali 2017 - Bisnis.com 30 Mei 2019  |  20:30 WIB
JELAJAH LEBARAN JAWA BALI 2019 : Suka Duka Suparman, Tak Pulang Kampung Demi Kelancaran Mudik
Suparman, satu dari sekitar 400 petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Bekasi, yang bertugas mengatur kelancaran arus lalu lintas mudik di Bekasi dan sekitarnya, Kamis (30/5/2019). - Bisnis/Tim Jelajah Jawa Bali 2019

Bisnis.com, BEKASI -- Mata Suparman berkaca-kaca. Air matanya tak tertahan saat bercerita tentang rencana mudik Lebaran.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dia terpaksa melewatkan momen Idulfitri bersama orang tuanya. Sembari mengatur lalu lintas di pintu masuk Terminal Induk Bekasi, beberapa kali Suparman menyapu air matanya menggunakan sapu tangan.

"Saya sedih, Mas, kalau diceritain soal mudik Lebaran," katanya kepada Bisnis di Pintu Terminal Bekasi, Kamis (30/5/2019).

Mudik hampir jadi mimpi belaka untuknya. Betapa tidak, saban Lebaran, dia harus berjaga memastikan arus lalu lintas di sekitar Bekasi lancar.

Sebagai petugas di lapangan, Suparman biasanya mendapat jatah libur setelah Lebaran, saat seluruh pemudik mulai kembali.

Keinginan mudiknya cukup besar, tapi takdir tak dapat dielak. Dia hanya patuh pada arahan pimpinan, juga untuk mengamankan perjalanan pengendara.

Meski sebagian keluarganya berada di Bekasi, tapi Suparman tetap berkeinginan untuk menjenguk orang tuanya yang tinggal di Jawa Timur saat momen Lebaran berlangsung.

"Orang tua saya di Pacitan. Kalau sudah selesai Lebaran baru mudik kan beda [suasananya]," terangnya.

Kendati begitu, Suparman tidak sendiri. Dinas Perhubungan (Dishub) Bekasi mengerahkan sekitar 400 petugas untuk mengatur arus lalu lintas di kota tersebut.

Meski berat, Suparman menyebut profesinya sebagai tugas mulia. Dia dan petugas lain berperan penting untuk memudahkan perjalanan mudik masyarakat.

Pemerintah Bekasi juga menyiagakan 110 kendaraan bus untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di lapangan. Dishub Bekasi turut melakukan rekayasa lalu lintas untuk menghindari kepadatan kendaraan seperti menutup u-turn atau area putaran balik kendaraan.

Sebagian besar pemudik dari Terminal Bekasi melakukan perjalanan ke arah timur Jawa. Sementara itu, bus lainnya menuju ke arah barat untuk mengantar pemudik ke Pulau Sumatra.

Adapun puncak arus mudik diperkirakan bakal terjadi pada Jumat (31/5) malam atau Sabtu (1/6).

Kendati harus melewatkan mudik, Suparman berharap para pemudik lainnya bisa menuju kampung halaman dengan selamat untuk berkumpul dengan keluarga masing-masing.

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top