Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wawancara Khusus Jokowi : Dicaci Maki, Dihujat, Dihina, Itu Bagian Saya

Dalam wawancara khusus dengan Bisnis Indonesia, Presiden menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil semata-mata untuk menyejahterakan masyarakat.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  19:54 WIB
Presiden Joko Wiodo memberikan keterangan saat menerima kunjungan tim redaksi Harian Bisnis Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (29/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Presiden Joko Wiodo memberikan keterangan saat menerima kunjungan tim redaksi Harian Bisnis Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (29/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Kabar24.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo tidak peduli dengan cacian dan hinaan yang dilayangkan kepada dirinya terkait dengan sejumlah keputusan selama memimpin Indonesia.

Dalam wawancara khusus dengan Bisnis Indonesia, Presiden menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil semata-mata untuk menyejahterakan masyarakat.

"Bagian dicaci maki, dihujat, dihina, [itu] bagian saya," ujarnya saat menerima tim Bisnis di Istana Negara, Rabu (29/5/2019).

Saat diminta berbagi resep menghadapi cacian dan hinaan yang datang pada dirinya, Presiden Jokowi hanya tertawa. 

"Itu makam [jenjang perjalanan] beda, satu-satu naiknya," katanya. 

Sejak awal memimpin pemerintahan, katanya Presiden Jokowi menyatakan memilih mengambil sejumlah risiko.

Misalnya, ketika dirinya memilih menarik kebijakan subsidi energi dan mengalihkan ke sektor lain, seperti pembangunan infrastruktur.

"Kalau ingin politis, saya tambah aja subsidi energi," katanya.

Terkait dengan arah pemerintaham baru yang akan dipimpinnya, Presiden menyatakan titik berat program yang diusung masih bertumpu pada pembangunan infrastruktur.

Selain itu, titik berat program lainnya yakni menyangkut pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi persaingan global.

Adapun kebijakan lainnya tetap diarahkan pada reformasi birokrasi, struktural, dan perizinan yang acapkali menghambat daya saing.

Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraih 55,5% suara dari hasil rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), unggul dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga S. Uno yang meraih 44,5%.

Penetapan hasil rekapitulasi suara oleh KPU akan dilakukan setelah adanya  keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan adanya gugatan yang diajukan oleh pasangan Prabowo-Sandi. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi prabowo subianto
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top