Luhut Memaknai Bulan Puasa, Perhatian dan Kasih Sayang

Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Pandjaitan mengimbau agar bisa memaknai bulan puasa sebagai sarana untuk memperbaiki diri dan melakukan refleksi.
Luhut Memaknai Bulan Puasa, Perhatian dan Kasih Sayang
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  23:15 WIB
Luhut Memaknai Bulan Puasa, Perhatian dan Kasih Sayang
Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Pandjaitan dalam acara Buka Puasa Bersama dengan karyawan Kemenko Maritim dan sejumlah undangan, Senin (27/5/2019). - Bisnis/Juli Etha

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Pandjaitan mengimbau agar bisa memaknai bulan puasa sebagai sarana untuk memperbaiki diri dan melakukan refleksi.

Salah satu caranya, kata luhut adalah melalui sikap lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

"Karena sejatinya naluriah umat manusia memiliki keinginan untuk memperoleh atau memberikan perhatian dan kasih sayang baik dari saudara maupun para sahabat," ujar Luhut dalam acara buka puasa bersama di Kemenko Maritim, Senin (27/5/2019).

Luhut melanjutkan bahwa pada hakikatnya puasa adalah agar seseorang bisa mengendalikan diri secara total. Tak hanya sekedar menahan diri dari makan dan minum, puasa juga bermakna menahan diri dari berkata yang tidak terpuji, caci maki, dan melancarkan fitnah.

"Ini saya kira satu hal yg sangat penting yang perlu kita simak semua," ujarnya.

Tak lupa, Luhut juga menyampaikan pandangannya terkait proses demokrasi yang berlangsung dan diikuti dengan kegiatan unjuk rasa baru-baru ini.

Menurutnya, proses demokrasi di Indonesia yang salah satunya tertuang dalam pemilihan umum telah berjalan dengan baik kendati ditemukan gejolak. Dia berharap, seluruh hal yang terjadi bisa membentuk Indonesia menjadi negara dengan demokrasi yang kian matang.

"Itu semua bisa selesai dengan baik walaupun di sana sini ada kecelakaan atau korban yang tidak kita inginkan dan kita berduka cita atas kejadian itu. Tapi saya kira ini suatu hal yang perlu kita ingat dengan baik untuk ke depan para intelektual dan senior ini untuk tidak mengulangi hal hal semacam ini lagi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ramadan, Luhut Pandjaitan

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top