Rouhani: Kami Tak Akan Menyerah Pada Tekanan AS Sekalipun Dihujani Bom

Hal itu disampaaikan Rouhani dalam satu pidatonya kemarin menyusul kian panasnya hubungan antara kedua negara.
John Andhi Oktaveri | 24 Mei 2019 07:12 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menghadiri pertemuan dengan pemimpin dan cendekiawan Muslim di Hyderabad, India, Kamis (15/2/2018). - Reuters/Danish Siddiqui

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Iran tidak akan menyerah pada tekanan Amerika Serikat dan akan tetap menjadi negara berdaulat sekalipun dihujani bom oleh negara tersebut.

Hal itu disampaaikan Rouhani  dalam satu pidatonya kemarin menyusul kian panasnya hubungan antara kedua negara.

Sebelumnya, seorang petinggi militer Iran mengatakan bahwa kebuntuan perundingan antara Teheran dan Washington adalah soal ‘bentrokan keinginan’. Dia memperingatkan bahwa musuh ‘petualang’ akan menerima balasan yang menghancurkan, menurut kantor berita semi-resmi Fars seperti dikutip Reuters, Jumat (24/5/2019).

Ketegangan meningkat antara kedua negara setelah Washington mengirim lebih banyak pasukan militer ke Timur Tengah dalam unjuk kekuatan melawan apa yang dikatakan para pejabat AS sebagai  ancaman Iran terhadap pasukan dan kepentingannya di kawasan itu.

Menteri Pertahanan AS, Patrick Shanahan kemarin mengkonfirmasi bahwa Pentagon sedang mempertimbangkan mengirim pasukan AS ke Timur Tengah sebagai salah satu cara untuk meningkatkan perlindungan bagi pasukannya di sana.

Setelah menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 yang ditandatangani bersama negara maju lainnya, Presiden Donald Trump kembali menjatuhkan sanksi  terhadap Iran pada tahun lalu. Dia kemudian  memperketat sanksi pada bulan ini dengan memerintahkan semua negara untuk menghentikan impor minyak Iran kalau tidak ingin dikenakan sanksi.

“Lebih dari satu tahun setelah pengenaan sanksi berat ini, orang-orang kami tidak tunduk pada tekanan meskipun menghadapi kesulitan dalam hidup mereka,” ujar Rouhani.

Saat berpidato dalam upacara peringatan perang Iran-Irak 1980-88, dia menambahkan: “Kami akan melakukan perlawanan sehingga musuh kami tahu bahwa jika mereka mengebom tanah kami, dan jika anak-anak kami mati syahid, terluka atau diambil sebagai tahanan maka kami tidak akan menyerah pada tujuan kemerdekaan dan kebanggaan kami. "

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Baqeri, juga membanggakan kemenangan pertempuran Iran saat melawan Irak. Hasil perempuran itu, ujanya, akan menjadi pesan bahwa Iran akan memberikan pembalasan yang keras untuk melenyapkan musuh petualang.

Sebelunya Presiden donald Trump menyatakan jika Iran ingin bertarung maka hal itu akan menjadi awal dari kehancuran negara itu. Jangan pernah mengancam Amerika Serikat lagi!,” ujarnya dalam sebuah kicauannya di akun Twitter.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top