KABAR GLOBAL 23 MEI: Beban Berat Ekonomi Global, 3 Negara Siap Garap Proyek Pelabuhan Kolombo

Berita mengenai beban laju pertumbuhan ekonomi global karena eskalasi ketegangan AS-China menjadi sorotan media massa hari ini, Kamis (23/5/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  09:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai beban laju pertumbuhan ekonomi global karena eskalasi ketegangan AS-China menjadi sorotan media massa hari ini, Kamis (23/5/2019).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Beban Berat Ekonomi Global. Eskalasi ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China makin membebani laju pertumbuhan ekonomi global yang sebenarnya memiliki kans untuk tumbuh lebih baik. (Bisnis Indonesia)

3 Negara Siap Garap Proyek Pelabuhan Kolombo. India, Jepang, dan Sri Lanka sedang mempertimbangkan pengembangan terminal di Pelabuhan Kolombo di tengah kontroversi politik yang sedang berlangsung terkait dengan investasi dari inisiatif Belt and Road China. (Bisnis Indonesia)

Trump Subsidi Petani Kedelai. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan pembelian kedelai secara langsung dari petani senilai US$2 per gantang, sebagai bagian dari paket bantuan untuk mengurangi kerugian akibat perang dagang dengan China (Bisnis Indonesia)

Bisnis AS Pindah dari China. Sekitar seperlima perusahaan Amerika Serikat (AS) di China mempertimbangkan untuk memindahkan sebagian atau seluruh produksi mereka ke luar negeri demi mengatasi ketegangan perdagangan. Sedangkan, sepertiga lainnya menunda atau membatalkan keputusan investasi. (Kontan)

Konsumen Jual Huawei. Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memasukkan produsen raksasa teknologi asal China yakni Huawei dalam daftar hitam mendapat respons. Di sejumlah negara di Asia, para penjual telepon seluler menolak menerima perangkat Huawei untuk tukar tambah. Hal itu karena kian banyak konsumen yang ingin menjual ponsel Huawei mereka, sebab khawatir Google menangguhkan bisnisnya dengan Huawei. (Kontan)

Perusahaan-Perusahaan AS Pertimbangkan Lagi Bisnis di China. Sebagian besar perusahaan milik Amerika Seriakt (AS) di China terkena dampak besar akibat perang tarif antara kedua negara. Hal ini memaksa beberapa perusahaan untuk pindah ke luar negeri atau memfokuskan kembali bisnis mereka. (Investor Daily)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar global

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top