Hari Kebangkitan Nasional, PDIP Sayangkan Ada Upaya Memecah Belah Rakyat

PDI Perjuangan menyayangkan adanya para provokator yang masih ingin memecah belah masyarakat terkait kondisi politik terkini di Hari Kebangkitan Nasional.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  21:59 WIB
Hari Kebangkitan Nasional, PDIP Sayangkan Ada Upaya Memecah Belah Rakyat
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto beserta para narasumber acara Mimbar Kebangsaan memperingati Hari Kebangkitan Nasional bertema "Bung Karno, Kebangkitan Nasional, dan Merawat Semangat Kebangsaan" di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019) - Bisnis/Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA — PDI Perjuangan menyayangkan adanya para provokator yang masih ingin memecah belah masyarakat terkait kondisi politik terkini di Hari Kebangkitan Nasional.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan hal tersebut dalam acara Mimbar Kebangsaan memperingati Hari Kebangkitan Nasional bertema “Bung Karno, Kebangkitan Nasional, dan Merawat Semangat Kebangsaan” di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Menurut Hasto, mekanisme Pemilu bangsa ini telah menunjukkan kualitas demokrasi yang baik, dengan menempatkan rakyat sebagai sumber kedaulatan tertinggi penyelenggaraan kekuasaan.

Terlebih, Pemilu Serentak 17 April 2019 yang disebut Pemilu paling kompleks di dunia bisa berjalan dengan aman, dengan penuh kegembiraan, dan menunjukkan partisipasi rakyat besar di kisaran 81,5 persen.

“Tetapi ada pihak-pihak yang coba mengingkari gerakan rakyat yang datang ke TPS sebagai Pemegang kedaulatan sejati. Mereka menggelorakan, menghasut, pada dasarnya tidak percaya pada kekuatan rakyat dan mekanisme demokrasi yang dibangun lima tahun,” ujarnya.

“PDIP berpendapat, ketika rakyat sudah menyampaikan secara bebas haknya untuk menentukan pemimpin, kemudian ada pihak-pihak yang menggangu gerakan rakyat untuk memilih pemimpin terbaik dengan cara demokrasi yaitu pemilu, maka mereka akan berhadapan dengan rakyat itu sendiri,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Hasto menyatakan apabila capres Joko Widodo dan cawapres KH Ma'ruf Amin benar terpilih, semangat Kebangkitan Nasional tidak akan meeeka lupakan demi mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

Memperkuat paparan Hasto, Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair) Airlangga Pribadi menjelaskan Kebangkitan Nasional merupakan semangat kalangan intelejensia nasional memberikan kesadaran sosial soal pentingnya pendidikan dan kemerdekaan dengan mempersatukan Indonesia.

Proklamator RI Bung Karno berperan penting menyatukan gerakan kelompok-kelompok nasional Islam dan Buruh, dengan konsep 'Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme, serta mengangkat semangat persatuan kelompok dengan mencari titik temu kesamaan ideologi dalam sebuah kesatuan bersama.

Terakhir, aktivis yang kini politisi PDIP dan Ketua gerakan Inovator4id Budiman Sudjatmiko menjelaskan bahwa tantangan kebangkitan bangsa ke depan bukan hanya mempersatukan berbagai kelompok.

Tetapi menyatukan kekuatan politik (political power), kekuatan kaum intelektual (brain power), kekuatan masyarakat (people power), serta kekuatan modal (financial power) agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lain di bidang teknologi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pdip

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup