Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perang Dagang Berlanjut, AS Sasar 3.805 Produk China untuk Dikenakan Tarif Impor Baru

Secara keseluruhan, ada 3.805 produk dari China yang akan dikenakan kenaikan tarif impor sebesar 25 persen oleh AS.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  10:28 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Presiden China Xi Jinping (kiri) saat kunjungan ke Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Presiden China Xi Jinping (kiri) saat kunjungan ke Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj

Bisnis.com, JAKARTA -- Telepon seluler dan laptop termasuk dalam daftar produk asal China yang akan dikenai tarif impor baru oleh AS, menyusul berlanjutnya perang dagang kedua negara.

Kantor Perwakilan Dagang AS (US Trade Representative/USTR) mengatakan tarif impor akan dikenakan atas produk senilai US$300 miliar. Namun, seperti dilansir Reuters, Selasa (14/5/2019), produk farmasi dan logam tanah jarang (rare earth materials) tidak termasuk di dalamnya.

Secara keseluruhan, ada 3.805 kategori produk yang menjadi objek kenaikan tarif impor hingga 25 persen. Daftar ini akan mencakup hampir semua produk konsumer yang tidak terkena kenaikan tarif impor sebelumnya, yang dikenakan untuk barang dari Negeri Panda senilai US$250 miliar.

Selain gawai, produk lain di dalamnya antara lain pakaian, sepatu, buku, sprei, formula bayi, kembang api, daging, pestisida, instrumen musik, dan sayuran segar.

USTR mengungkapkan dengar pendapat publik akan digelar pada 17 Juni.

Proses mendengar masukan dari publik diproyeksi rampung sebelum Presiden AS Donald Trump berangkat ke Tokyo, Jepang untuk menghadiri pertemuan pemimpin G20 pada 28-29 Juni. Di sana, dia bakal bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.

Setelah sempat ada harapan akan membaiknya hubungan dagang antara AS dan China sejak perang dagang dimulai tahun lalu, ketiadaan kesepakatan antara kedua negara dalam serangkaian pembicaraan dagang baru-baru ini kembali memicu aksi saling balas pengenaan tarif impor.

Pada Jumat (10/5), Negeri Paman Sam menerapkan kenaikan tarif impor hingga 25 persen untuk barang-barang senilai US$200 miliar dari China. Beijing pun membalas dengan mengumumkan kenaikan tarif untuk sejumlah barang impor dari AS, Senin (13/5).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang dagang AS vs China

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top