Pemilu Legislatif 2019 : Faktor Ahok Angkat Suara PDIP di Kepulauan Bangka Belitung

Pada Pemilu Anggota DPR 2014, PDIP menempati peringkat pertama di Dapil Babel dengan 137.085 suara.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 06 Mei 2019  |  13:41 WIB
Pemilu Legislatif 2019 : Faktor Ahok Angkat Suara PDIP di Kepulauan Bangka Belitung
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato dalam peringatan HUT ke-46 PDI Perjuangan, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Kabar24.com, JAKARTA — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meyakini peningkatan perolehan suara di Daerah Pemilihan Kepulauan Bangka Belitung atau Dapil Babel disebabkan oleh program-program sosial yang mengena di mata masyarakat.

Pada Pemilu Anggota DPR 2014, PDIP menempati peringkat pertama di Dapil Babel dengan 137.085 suara. Berselang 5 tahun kemudian, menurut Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum, parpol penguasa itu telah mengumpulkan minimal 161.902 suara.

Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rudianto Tjen mengatakan selama ini partainya mengerjakan program-program yang dibutuhkan oleh masyarakat Babel. Dia mencontohkan tiap tahun diadakan bakti sosial kesehatan dan operasi katarak gratis di Pulau Bangka dan Pulau Belitung.

“[Suara meningkat] karena PDIP konsisten melayani rakyat,” katanya kepada Bisnis.com, akhir pekan lalu.

Melonjaknya perolehan suara itu juga terjadi setelah tokoh asal Babel, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, bergabung ke PDIP usai bebas dari hukuman penjara. Pada 2009, Ahok menjadi calon anggota legislatif (caleg) Partai Golkar dari Dapil Babel dan berhasil lolos ke Senayan.

Rudianto tidak menutup kemungkinan bergabungnya Ahok turut menjadi faktor pendongkrak suara PDIP. Apalagi, tambah dia, keluarga Ahok di Babel yang mengkampanyekan Partai Nasdem terbukti bisa mengatrol suara parpol bentukan Surya Paloh itu.

“Sehingga Nasdem mendapatkan kursi DPR ketiga,” ujarnya.

Di Dapil Babel, PDIP memasang Rudianto Tjen sebagai caleg nomor urut 1. Meski demikian, Anggota DPR periode 2014-2019 itu belum bersedia mengungkapkan siapa caleg peraih suara terbanyak partainya.

Selain Rudianto, PDIP mengandalkan bekas Gubernur Babel Rustam Effendi. Dia mengincar kursi Senayan setelah kalah dalam Pemilihan Gubernur Babel 2017.

Di bawah PDIP yang meraup 161.902 suara, Situng KPU mencatat posisi kedua ditempati oleh Partai Golkar dengan 98.211 suara, disusul oleh Partai Nasdem 80.898 suara, dan Partai Gerindra 71.085 suara. Perolehan tersebut berasal dari data 3.666 tempat pemungutan suara (TPS) atau 96,39% total TPS di Babel yang telah memasukkan datanya hingga Senin (6/5/2019) pukul 12.45 WIB.

Mengingat Dapil Babel hanya dijatah tiga kursi DPR, PDIP, Golkar, dan Nasdem berpotensi mengirimkan masing-masing satu wakil ke Senayan. Nasdem mengambil alih kursi Demokrat yang diperoleh pada Pemilu Anggota DPR 2014.

Kendati tidak masuk tiga besar, Partai Bulan Bintang (PBB) juga menikmati peningkatan perolehan suara. Menurut Situng KPU, PBB untuk sementara telah mengumpulkan 36.323 suara atau duduk di peringkat keenam.

Padahal, pada 2014 PBB hanya meraup 24.519 suara atau berada di peringkat kesepuluh. Pada 2019, PBB berupaya mendongkrak suara dengan memasang Yusron Ihza Mahendra sebagai caleg.

Yusron merupakan adik kandung Ketua Umum DPP PBB Yusril Ihza Mahendra, tokoh nasional asal Babel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pdip, ahok, bangka belitung

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top