Peluncuran Rudal Korut Picu Ketegangan Baru setelah KTT dengan AS Gagal

Korea Utara menembakkan beberapa proyektil jarak pemdek dari pantai timur pada Sabtu. Para analis mengatakan negara itu meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat serelah KTT nuklir di Hanoi gagal.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 04 Mei 2019  |  13:20 WIB
Peluncuran Rudal Korut Picu Ketegangan Baru setelah KTT dengan AS Gagal
Uji coba rudal balistik antarnenua Hwasong-14, Selasa (4/7/2017) yang dirilis Kantor Berita Korea Utara KCNA. - Reuters
Bisnis.com, JAKARTA - Korea Utara menembakkan beberapa proyektil rudal jarak pendek dari pantai timur hari ini Sabtu (4/5/2019). Para analis mengatakan negara itu meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat setelah KTT nuklir di Hanoi gagal.
 
Militer Korea Selatan awalnya mendeskripsikan itu sebagai peluncuran rudal. tetapi kemudian memberikan gambaran yang lebih kabur. Jika proyektil yang tidak terindentifikasi itu rudal, maka itu menjadi rudal pertama yang diluncurkan sejak Korut menembakkan rudal balistik antarbenua (ICBM) pada November 2017. Segera setelah rudal itu diuji coba, Korut mendeklarasikan bahwa serangan nuklirnya telah paripurna, setelah Pyongyang memperluas perdamaian ke Korsel dan AS.
 
Dalam pernyataannya  Sabtu (4/5/2019), Kantor Kepala Staf Gabungan Korsel mengatakan Korut menembakkan beberapa proyektil jarak pendek yang tak teridentifikasi dari utara kota pesisir timur Wonsan sekitar pukul 09.00 waktu setempat yang terbang sekitar 70 km hingga 200 km ke arah utara-timur.
 
Militer Korsel mengatakan mereka melakukan analisis bersama dengan AS tentang peluncuran terakhir. Para ahli mengatakan proyektil menyerupai peluncur roket, bukan rudal balistik.
 
Menurut para analis, apapun tipe proyektil yang ditembakkan, timing aksi terakhir Korut mengirimkan pesan setelah KTT gagal antara pemimpin Korut Kim Jong Un Kim dengan Presiden Donald Trump pada Februari, ketika keduanya tidak menyetujui pembongkaran senjata dan penjatuhan sanksi. 
 
"Ini adalah ekspresi kefrustrasian Korut setelah pembicaraan dengan AS macet. Ini pesan bahwa ini bisa saja kembali pada atmosfer yang konfrontasional jika tidak ada terobosan dalam kebuntuan," kata peneliti senior Forum Pertahanan dan Keamanan Korea, Yang Uk. 
 
Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, "Kami menyadari aksi Korut semalam. Kami akan melanjutkan pemantauan yang diperlukan."  
 
Di Seoul, kantor kepresidenan Korsel mengatakan kementerian pertahanan, kepala intelijen, dan penasihat keamanan kepresidenan telah berkumpul untuk memonitor situasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Korea Utara

Sumber : Reuters

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top