Tesla Inc. akan Rombak Manajemen Perusahaan

Tesla Inc. mengumumkan rencana penghentian empat pejabat tinggi dalam kurun waktu dua tahun ke depan dalam upaya perusahaan untuk merampingkan dewan manajemen yang sebelumnya beranggotakan 11 pejabat.
Nirmala Aninda | 20 April 2019 12:53 WIB
Tesla - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Tesla Inc. mengumumkan rencana penghentian emat pejabat tinggi dalam kurun waktu dua tahun ke depan dalam upaya perusahaan untuk merampingkan dewan manajemen yang sebelumnya beranggotakan 11 pejabat.

Dalam laporan pengajuan regulasi perusahaan, Tesla menyebutkan Brad Buss, Antonio Gracias, Stephen Jurvetson, dan Linda Johnson Rice tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan kembali dalam pertemuan tahunan pemegang saham yang akan datang pada 2019 dan 2020.

"Direksi meninjau komposisi dewan direksi, berfokus pada perampingan bertahap jumlah anggota untuk memungkinkannya beroperasi lebih gesit dan efisien," tulis Tesla dalam pernyataan yang dikutip melalui Reuters, Sabtu (20/4).

Dari empat anggota yang akan keluar, Buss dan Gracias adalah bagian dari komite pengawasan yang mengamati pelaksanaan ketentuan perjanjian dan kesepakatan antara Tesla dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (The Securities and Exchange Commission/SEC).

Buss juga merupakan CFO pada perusahaan pemasang panel surya, SolarCity, selama dua tahun sebelum pensiun pada 2016. Tesla membeli SolarCity di tahun yang sama.

Adapun, Gracias telah menjadi direktur independen di Tesla sejak 2010.

Pada Mei tahun lalu, penasihat proxy ISS merekomendasikan agar investor memberikan suara menentang pemilihan Gracia kepada dewan dan menetapkan dia sebagai direktur non-independen.

Jurvetson, salah satu pendiri firma modal ventura, Draper Fisher Jurvetson, dikatakan cuti dari dewan direksi Tesla sejak muncul tuduhan pelecehan seksual terhadap dirinya. Jurvetson membantah tuduhan tersebut.

Usulan perubahan susunan dewan direksi datang beberapa pekan setelah posisi Elon Musk sebagai CEO Tesla berhasil diamankan setelah seorang hakim federal mendesak miliarder tersebut untuk menyelesaikan tuduhan penghinaan dari SEC atas perilakunya di Twitter.

Musk digugat oleh SEC tahun lalu karena isi cuitannya yang mengatakan bahwa dia telah memiliki jaminan dana untuk mengubah Tesla menjadi perusahaan swasta.

Musk menyelesaikan gugatan itu, setuju untuk mundur sebagai direktur dan meminta pengacara perusahaan menyetujui komunikasi tertulis dengan informasi material tentang perusahaan.

Tetapi, Musk kembali dituduh melanggar proses penyelesaian sengketa akibat satu cuitannya tentang kegiatan produksi Tesla yang belum diperiksa oleh pengacara perusahaan.

Pada Kamis (18/4), seorang hakim federal memutuskan bahwa Musk dan SEC akan mendapatkan satu pekan tambahan untuk menyelesaikan perselisihan tentang penggunaan Twitter oleh Musk.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tesla Motors, elon musk, tesla

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup