Ratusan Siswa Tidak Hadir pada UTBK Universitas Brawijaya Gelombang Pertama

Jumlah peserta UTBK pada gelombang pertama secara keseluruhan mencapai 17.291 orang dengan rincian Saintek 9.493 dan Soshum 7.798, serta pendaftar bidikmisi mencapai 3.360 peserta.
Newswire | 13 April 2019 21:00 WIB
Ilustrasi ujian masuk perguruan tinggi. Dok.Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA-- Sebanyak 299 orang peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sesi pertama gelombang pertama yang digelar di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Sabtu (13/4), absen karena berbagai alasan.

Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang Nuhfil Hanani di Malang mengatakan beberapa alasan yang disampaikan di antaranya ada yang karena sudah diterima melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri atau SNMPTN.

Di sela memantau pelaksanaan UTBK di sejumlah lokasi di kawasan UB, disebutkan bahwa peserta UTBK yang sakit, bisa mengikutinya pada gelombang berikutnya.

Nuhfil menjelaskan, pada sesi pertama jumlah peserta UTBK yang terdaftar untuk mengikuti tes mencapai 1.795 orang atau dengan tingkat kehadiran 91,31 persen dan yang tidak hadir (absen) 156 orang.

"Pada sesi kedua tingkat kehadirannya mencapai 92,03 persen atau 1.652 dari 1.795 peserta yang tercatat (mendaftar). Dan, alhamdulillah semuanya lancar, tidak ada kendala berarti," katanya.

Dilaksanakan Dua Sesi

Untuk memperlancar UTBK tersebut, lanjut Nuhfil, pihaknya menyediakan komputer sesuai jumlah peserta yang mengikuti ujian di masing-masing sesi, yakni 1.795 unit yang tersebar di 52 ruang di fakultas maupun vokasi. Tes UTBK dihelat dua sesi yang berakhir pada pukul 17.00 WIB.

Lebih lanjut, Nuhfil mengatakan jumlah peserta UTBK pada gelombang pertama secara keseluruhan mencapai 17.291 orang dengan rincian Saintek 9.493 dan Soshum 7.798, serta pendaftar bidikmisi mencapai 3.360 peserta.

Sedangkan pada gelombang kedua jumlah peserta yang mendaftar mencapai 17.923 orang dengan rincian Saintek 9.619, Soshum 8.304, bidikmisi 4.775 peserta, dan difabel hanya satu orang.

Nuhfil menerangkan sesuai ketentuan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), UTBK dilaksanakan selama 10 hari, yakni setiap Sabtu dan Minggu. "Jadi pelaksanaan UTBK mulai tanggal 13 April hingga 26 Mei. Itu dilaksanakan selama lima pekan dan satu hari dibagi menjadi dua sesi," paparnya.

Perlu diketahui, materi UTBK terdiri dua kelompok, yakni pertama Tes Potensi Skolastik (TPS) yang berisi materi penalaran umum dan kuantitatif. Kedua, materi Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang meliputi materi akademik Saintek dan Soshum.

Nilai tes UTBK akan diumumkan pada peserta paling lambat 10 hari setelah ujian. Selanjutnya, nilai UTBK yang diterima dapat dipakai untuk mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mulai 10 Mei hingga 24 Juni 2019.

Untuk wilayah Malang, UTBK dilaksanakan di UB serta Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, serta beberapa kampus swasta. Jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2019 mengalami perubahan.

Siswa tidak bisa langsung mendaftar SBMPTN, melainkan harus mengikuti UTBK yang dilaksanakan secara serentak di 73 pusat UTBK yang tersebar di seluruh Indonesia mulai hari ini, Sabtu (13/4) hingga 26 Mei 2019.

"Kami pastikan UTBK kali ini tidak ada kecurangan sebab pelaksanaan UTBK dijaga dengan ketat. Insya Allah tidak ada (joki). Semua dijaga. Di dalam diamati, di luar pakai CCTV, soalnya juga beda (soal bervariasi). Dalam satu kelas soal yang dikerjakan peserta tidak sama semua," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
snmptn, UTBK

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top