Presiden Trump Ajak Kim Jong Un Bertemu Lagi, Ini Syarat dari Korut

Kim Jong Un tak bersedia bertemu dengan Donald Trump jika AS terus memaksakan kehendaknya atas Korea Utara.
Annisa Margrit | 13 April 2019 13:55 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura, 12 Juni 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan dirinya baru akan bertemu lagi dengan Presiden AS Donald Trump jika AS tidak memaksakan kehendaknya.
 
Reuters, yang mengutip KCNA, Sabtu (13/4/2019), melaporkan bahwa Kim bakal menunggu perubahan sikap AS yang lebih fleksibel hingga akhir tahun ini.
 
"Sangat penting bagi AS untuk berhenti melakukan metode perhitungannya yang sekarang dan mendekati kami dengan metode yang baru," ujarnya, dalam sebuah pidato di hadapan Majelis Tertinggi Rakyat, di Pyongyang, Korea Utara (Korut), Jumat (12/4).
 
Kim menuturkan dalam pertemuan terkait denuklirisasi Korut di Hanoi, Vietnam, pada Februari 2019, AS datang dengan menawarkan cara-cara yang tidak dapat dipraktikkan dan tidak benar-benar siap untuk berhadapan langsung dengan Korut untuk menyelesaikan masalah yang ada.
 
Jika AS tetap melakukan hal yang sama, lanjutnya, maka mereka tidak akan bisa mengubah sikap Korut sedikit pun. 
 
"Kami akan menunggu keputusan berani dari AS dengan penuh kesabaran hingga akhir tahun ini, tapi saya rasa akan sangat sulit untuk mendapatkan kesempatan bagus seperti pertemuan sebelumnya," papar Kim.
 
Dia mengeluhkan sikap pemerintahan Trump yang dinilainya memaksa Korea Selatan (Korsel) untuk mematuhi sanksi terhadap Korut dan tidak mendorong digelarnya proyek-proyek antara Korsel dan Korut.
 
Kim menegaskan Korut memiliki pilihan untuk terus memperbaiki hubungan antara Korut dan Korsel atau kembali ke masa lalu di mana hubungan kedua negara memburuk dan akhirnya memicu perang.
 
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Kim tak akan bergantung pada pembicaraan dengan AS selamanya. 
 
"Ini mungkin memberi sinyal bahwa Korut sedang mempersiapkan rencana untuk mendiversifikasi hubungan diplomatiknya dengan sejumlah negara lain," ucap peneliti Institut Studi Timur Jauh Universitas Kyungnam Kim Dong-yup.
 
Kim dan Trump sudah bertemu dua kali, yakni di Singapura pada Juni 2018 dan di Hanoi. Dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Korsel Moon Jae In di Washington, Kamis (11/4), Trump menyampaikan keinginannya untuk menggelar pertemuan ketiga dengan Kim. 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat, korea utara

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup