Debat Pilpres Terakhir: Beda Perspektif Ekonomi Makro-Mikro Jokowi dan Prabowo-Sandi. Ini Videonya

Debat Pilpres putaran terakhir malam hari ini, Sabtu (13/4/2019) mengambil tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, dan industri.
Sutarno Sutarno | 13 April 2019 22:51 WIB
Loading the player ...
Debat Pilpres Putaran Kelima disiarkan live oleh akun Youtube TVRI Nasional pukul 20.00 WIB. Namun, acara live sudah diawali dengan diskusi di studio

Bisnis.com, JAKARTA – Debat Pilpres putaran terakhir malam hari ini, Sabtu (13/4/2019) mengambil tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, dan industri.

Dalam debat ini, berkali-kali Joko Widodo (Jokowi) menegaskan agar membedakan antara isyu makro ekonomi dengan mikro ekonomi. Itu dilontarkan Jokowi ketika Sandiaga Uno mencoba menampilkan tingginya harga dan permasalahan ekonomi bukan dengan data makro tetapi melalui kasus empiris beberapa kasus.

Urutan Acara

Dibet digelar dalam 6 segmen dan Panelis sudah menyiapkan pertanyaan dengan empat tema tersebut yang akan dibacakan oleh moderator.

Segmen 1: adalah Penyampaian visi-misi oleh pasangan calon terkait tema debat, masing-masing diberi waktu 4 menit

Segmen 2-3: Pertanyaan panelis yang dibacakan moderator dengan empat tema (ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, dan industri).

Setiap pasangan diberi kesempatan untuk menanggapi jawaban lawan, begitu juga sebaliknya.

Segmen 4-5: Debat Terbuka. Pasangan mengajukan pertanyaan kepada lawan dengan durasi 2 menit dan harus dijawab juga dengan durasi 2 menit.

Segmen 6: Pernyataan Penutup dari setiap pasangan.

Bisnis menggelar live Debat Pilpres Putaran Kelima dengan  menggunakan materi live streaming TVRI Nasional yang dipublikasikan via Youtube oleh akun TVRI Nasional.

22:50 WIB

Habi Debat Terbitlah Masa Tenang

Debat Pilpres putaran terakhir hari ini, boleh dibilang merupakan puncak dari kegiatan kampanye pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Debat berakhir 22.40 WIB atau sekitar 80 menit sebelum masa tenang diberlakukan pukul 00.00 WIB Minggu 14 April 2019. Sejak itu seluruh kegiatan kampanye akan memasuki masa tenang hingga 16 April 2019.

22:40 WIB

Segmen 6: Pernyataan Penutup

MA'RUF AMIN: Kemajuan ekonomi dan kesejahteraaaan rakyat akan terujud melalui pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia. Reformasi yang substansif terjadi sejak 2014 dengan menggencarkan pembangunan infrastruktur dan menggalakkan investasi. Pekerjaan kami belum selesai, Jokowi-Ma'ruf akan meneruskan hal itu untuk menuju Indonesia Maju.

JOKOWI: Tantangan kita besar. Kita bisa menjaga inflasi, tingkat pengangguran turun, angka kemiskinan turun. Seringkali ketakutanlah menjadikan kita sulit. Kita harus selalu optimis. Mari kita berbondong-bondong untuk menggunakan hak pilih kita. Kita jangan saling bermusuhan, kita harus satu Indonesia.

SANDIAGA: Kami berkomitmen untuk tak mengambil gaji serupiah pun jika diberi amanah. Kami bertekad menghadirkan pemerintahan yang kuat. Ingat TPS adalah tusuk prabowo sandi.

PRABOWO: Undang-undang Desa sebenarnya sudah ada sebelum pak Jokowi. Itu inisisasi saya sewaktu di HKTI. Menguasai Freeport 51 persen, tetapi keuntungan mereka nikmati 80 persen. 

22:23 WIB

Segmen 5: Debat Terbuka Sesi Kedua

PERTANYAAN SANDIAGA:  Soal pembentukan holding penerbangan. Strategi Pak Jokowi untuk menciptakan BUMN sebagai world trust company

JOKOWI: Ke depan akan membentuk Holding BUMN yang di atasnya akan ada Super Holding. BUMN harus berani keluar dari kandang, untuk membuka jaringan global. Dengan begitu kita akan mudah mencari modal. BUMN kita sudah menggarap proyek infrastruktur di Timur Tengah. Harapannya agar perusahan swasta ikut mengakses jaringan global.

PRABOWO: BUMN adalah benteng terakhir ekonomi Indonesia, tetapi benteng itu goyah.  Garuda Indonesia morati-

SANDIAGA: Kuncinya BUMN menjadi penopang ekonomi rakyat agar mendapatkan sembako murah.

JOKOWI: Silakan cek setoran BUMN ke APBN.  Blok-blok minyak diambil Pertamina, Freeport diambil alih 51 persen Inalum.  Jangan memandang pesimis BUMN kita.

PERTANYAAN MA'RUF AMIN:  satu persen elit menguasai aset negara. Selama Pak Jokowi memerintah ketimpangan dan angka pengangguran menurun. Bagaimana konsep bapak dalam mendukung pemerataan.

PRABOWO: Saya memang bagian dari 1 persen itu. Tapi saya mengerti untuk tanggung jawab ke negara dan bangsa kita. Pemerataan yang paling utama adalah menciptakan lapangan kerja, investasi besar di bidang kesehatan, investasi sains dan teknologi. Ada bantuan gizi untuk anak-anak sekolah. Gubernur DKI Jakarta sudah menjalankan program itu.

JOKOWI: Dengan pembangunan infrastruktur akan menumbuhkan titik pertumbuhan ekonomi baru. Itu untuk pemerataan infrastruktur. Kami memiiki program dana desa dan proyeknya menggunakan potensi lokal. Kami juga menggelar PKH (Program Keluarga Harapan), Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat. Kami punya subsidi pupuk.

SANDIAGA: Paling sulit adalah validasi data kemiskinan. Dengan program big data e-KTP kita mempunyai big data untuk memetakan kemisikinan rakyat, menurunkan pengangguran. Kuncinya adalah penurunan harga pangan, peningkatan lapangan kerja dengan menciptakan 15 juta lapangan kerja.

 

21:57 WIB

Segmen 4: Debat Terbuka Sesi Pertama

PERTANYAAN JOKOWI:  Apa yang akan Pak Prabowo untuk mengembangkan ekonomi digital.

SANDIAGA: Kita memiliki peluang menciptakan produk-produk yang menguasai pasar dunia. Krativitas anak-anak muda hebat-hebat. Kita tak bisa meregulasi mereka dengan ketat, kita harus memfasilitasi agar menumbuhkan aspek kewirausahaannya. Namun, demikian mereka tetap harus berakhlak. Kita ciptakan Rumah Siap Kerja

TANGGAPAN JOKOWI: Kita memang harus respons cepat terhadap globalisasi. Gamers adalah profesi yang digemari anak-anak muda, sehingga kita harus memberikan dukungan infrastruktur dan ekosistem digital.  Anggaran iklan bergeser ke arah digital.

TANGGAPAN BALIK PRABOWO: Kebijakan saya fokuskan ke hal yang mendasar untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat. Rakyat butuh swasembada pangan.

TANGGAPAN BALIK SANDIAGA: Milenial masuk ke industri pertanian dengan menciptakan food store digital. Kita harus kembangkan hal-hal seperti itu.  Suatu saat kita harus bisa menembus ekspor di sektor pangan.

PERTANYAAN SANDIAGA: Neraca perdagangan masih tekor. Strategi Pak Jokowi apa untuk membalikkan neraca perdagangan.

JAWABAN JOKOWI:  Ke depan substitusi barang impor harus dilakukan di Indonesia. Substitusi petrokimia harus dibangun, kita sedang membangun kilang minyak.  Hilirisasi industri harus kita galakkan, ekspor bahan mentah dibatasi dengan L/C.

TANGGAPAN SANDIAGA: Dengan defisit perdagangan dan impor dibuka sebesar-besarnya, mestinya harga bahan pokok dan energi naik. Kami memiliki Big Push Strategy. Kita dorong swasembada pangan, stop impor saat panen. Di energi kami akan gencarkan bio fuel.

TANGGAPAN JOKOWI: Kami sudah melakukan pengembangan bio fuel agar impor minyak berkurang. Tapi ini ekonomi makro, butuh waktu. Perlu menyeimbangkan supply and demand. Yang disampaikan bapak tadi contoh-contoh ekonomi mikro.

21:30 WIB

Segmen 3: Tema Debat Keuangan dan Investasi

TEMA INVESTASI

PERTANYAAN: Investasi dari penerimaan pajak masih bisa ditingkatkan, begitu juga investasi dari penerimaan dari zakat. Strategi 5 tahun ke depan untuk naikan tax ratio dan peningkatan penerimaan zakat.

PRABOWO:  KPK mengatajan kita seharusnya menerima Rp4.000 triliun tetapi hanya diterima Rp2.000 triliun. Langkah konkretnya meniru Malaysia dan Thailand dengan tax ratio 19 persen. Mereka menggunakan teknologi informasi untuk keterbukaan. Kita bisa naikkan tax ratio 16%

SANDIAGA:  Di Jakarta dulu ada Mall Zakat kita harus jemput bola.

JOKOWI: Kalau dalam setahun bisa  naikkan tax ratio dari 11 persen menjadi 16 persen, itu akan terjadi shock ekonomi. Kita harus menaikkan tax ratio secara gradual, salah satunya dengan tax amnesty. 

MA'RUF AMIN: Soal Zakat kita sudah punya lembaganya. Oleh karena itu kita lakukan intensifikasi dengan mengumpulkan wakaf uang, bukan lagi wakaf tanah.

PRABOWO: Saya tidak mengatakan naik jadi 16 persen dalam setahun. Yang saya katakan harus dengan teknologi informasi untuk transaparansi. Kita harus memperluas basis pajak.

SANDIAGA: Kami akan gencarkan pemungutan pajak pekerja dan mengurangi pajak perorangan. Kita ciptakan pajak untuk pembangunan rakyat.

JOKOWI: Di bidang penerimaan pajak, kalau kita konsisten melakukan reformasi dan digitalisasi maka penerimaan pajak akan meningkat. 

MA'RUF AMIN: untuk Zakat kita harus proaktif mengambil zakat, bukan sekadar menerima.

TEMA PERDAGANGAAN 

Perkembangan keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia, aset perbankan menempati peringkat ke-9 dunia. Stratrgi dan kebijakan konkret untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

MA'RUF AMIN: Kita sudah membentuk komite nasional keuangan syariah. Kita ingin menjadi pusat ekonomi keuangan syariah di dunia.  Harus menciptakan produk yang market friendly. Industri halal diproyeksikan tidak hanya dalam negeri tetapi juga ke luar negeri

JOKOWI: Kita memilki kekuatan besar dengan jumlah penduduk muslim yang besar.  

SANDIAGA: Indonesia masih peringkat 10 di indeks ekonomi Islam global, kita harusnya memposisikan diri sebagai produsen industri halal. Harus dilakukan program komprehensif.  Di daerah ada produk herbal halal yang bisa menembus pasar ekspor. Kita harus menyandingkan aspek kewirausahaan dan keuangan untuk kegiatan ekonomi syariah.

MA'RUF AMIN: Kita sudah lama mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Sukuk syariah kita terbesar di dunia. Kami akan mempercepat proses pengembagannya dengan membentuk badan ekonomi syariah.

JOKOWI: Wisata halal kita terbesar di dunia. Ini kesempatan kita mengenalkan produk halal.

PRABOWO: Potensi tabungan haji, saat ini masih ada keraguan pengelolaan. Kami ingin membetuk bank tabungan haji yang dikelola secara syariah tetapi transparan.  

SANDIAGA: Kita bisa ciptakan institusi keuangan, kita harus bangun bank syariah terbesar di Asean. Sentra keuangan syariah ada di Hong Kong dan London.

Pertanyaan tematik sudah dibacakan semua. Saatnya mengikuti segmen paling seru DEBAT TERBUKA di segmen 4 dan segmen 5.

21:02 WIB

Segmen 2: Tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial

Di segmen ini pasangan menjawab pertanyaan selama 2 menit dan menanggapi jawaban lawan

TEMA EKONOMI

Pertanyaan pertama dengan tema EKONOMI:  Kesejahteraan petani dan perikanan mengalami penurunan karena harga komoditas turun. Apa strategi dan kebijakan konkret bapak?

Pasantan Jokowi-Amin menjawab terlebih dahulu. JOKOWI: Kita terlalu lama bergantung kepada pasar luar negeri dan mengekspor bahan mentan karet, kelapa sawit, perikanan, dan komoditas pertanian. Strategi ke depan adalah hilirisasi dan industrialiasi. Dibangun pengalengan industri perikanan.

Begitu juga untuk komoditas perkebunan. Ke depan harus berani hilirisasi minimal ekspor berupa barang setengah jadi. Jaringan pemasaran bisa online.

PRABOWO: Di sini letak masalahnya. Ekonomi kita salah arah terjadi de-industrialisasi. Pak Jokowi sudah berkuasa 4,5 tahun kenapa mengijinkan impor pertanian. Malah diutamakan pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu perlu ada reorientasi strategi pembangunan. Saya setuju dehilirisasi, tetapi kenapa tidak dilakukan setalah 4,5 tahun.

SANDIAGA: kuncinya menghadirkan kepastian usaha untuk menjaring investasi pengolahan barang mentah.

JOKOWI: mengelola ekonomi makro berbeda dengan ekonomi mikro. Jika berhadapan dengan ekonomi mikro hanya jual dan beli. Tapi di ekonomi makro kita harus menjaga aggregate industri.  Infrastruktur akan terhubung dengan sentra-sentra ekonomi.

PRABOWO: Kesalahan ini sudah berjalan puluhan tahun. Kita harus berani mengoreksi diri. China butuh waktu 40 tahun untuk memberantas kemiskinan. Ini kesalahan bersama, kita harus kembali ke Pasal 33 UUD 45. Saya tak menyalahkan Pak Jokowi. 

TEMA KESEJAHTERAAN SOSIAL

PERTANYAAN: Partisipasi ekonomi perempuan sangat besar. Indeks partisipasi di Indonesia 51 persen jauh dari lelaki yang mencapai 84 persen dan masih ada diskriminisasi. Bagaimana strategi dan kebijakan konkrit bapak untuk menjamin partisipasi perempuan di bidang ekonomi agar terhinda dari diskriminisasi.

PRABOWO:  Kita pernah punya presiden perempuan. Kebijakan dan Undang-undang harus mencerminkan perempuan.

SANDI: dua pertiga usaha dimulai dari perempuan. Mereka harus mendapatkan askes permodalan seperti program OCE-OKE. Peran perempuan di ekonomi besar.

MA'RUF AMIN:  Peran wanita bukan hanya ekonomi dan politik, tetapi juga pemerintahan. Untuk kegiatan ekonomi, kita sudah mengeluarkan kredit mikro yang 100% nasabahnya perempuan. Di desa kami ciptakan Dewi (desa wisata) dan Dedi (desa digital).

JOKOWI: Kita memiliki program Mekar dari PNM dengan nasamah 4,2 juta pedagang asongan.

SANDIAGA: Kuncinya pemberdayaan perempuan. Yang mereka keluhkan adalah minimnya akses ke pasar. Kami menawarkan 7 langkah pas. Kita bantu pelatihan, perijinan, pemasaran, administrasi keuangan, terakhir akses permodalan. 

JOKOWI: Program Mekar adalah pinjaman bagi ibur-ibu Rp2 juta hingga Rp10 Juta, mereka ada pendampingan. Demikian juga kredit mikro UMI. Program itu akan kami koreksi dan kami teruskan.

20:34 WIB

Segmen 1: Visi dan Misi Pasangan Capres-Cawapres

Penyampaian visi dan misi masing-masing pasangan diberi waktu 4 menit. Berikut visi mereka:

Prabowo: Indonesia berada dalam arah yang salah. Telah menyimpang dari UUD 45 di mana rancang bangun ekonomi diwarnai dengan mengalirnya kekayaan keluar negeri. Terjadi de-industrialisasi, karena Indonesia hanya menerima produksi dari negara lain.

Sandiaga Uno: Kami mendengar dari masyarakat pertumbuhan ekonomi belum menyejahterkan rakyat dengan tidak memberi lapangan kerja. Harga bahan pokok tinggi di daerah. Kami bertekad menjaga harga bahan pokok.

Jokowi: Kami mengembalikan watak asli perekonomian, yang tidak semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi, tapi juga mengedepankan pemerataan. Pembanguan infrastruktur tidak Jawa Sentris, agar menumbuhkan perekonomian di luar pulau Jawa. Sumber daya alam dikuasai negara, seperti Blok Mahakam, Blok Rokan, dan Freeport. Indonesia harus memiliki kemandirian ekonomi. Di bidang kesejahteraan ada program Kartu Indonesia Pintar, Kartu PraKerja, dan Kartu Sembako Murah. Ma'ruf Amin tidak memberikan atau melengkapi visi yang diutarakan Jokowi.

20:15 WIB

Daftar 10 Panelis

Panelis debat putaran kelima terdiri dari Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih (Koordinator Panelis), Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Eddy Suratman, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) Suhartomo, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Herman Karamoy, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Arif Mufrani, Dekan FEB Universitas Udayana I Nyoman Mahendra,  Dekan FEB Universitas Andalas Hadir Amali, Guru besar ITB Darmawan Wibisono, dosen Community Development Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Tukiman Taruno Sayoga, Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice Rahmi Hertanti.

Tag : Debat Capres, Debat Cawapres, Pilpres 2019
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top