Ini Empat Tantangan Ekonomi Indonesia Versi Prabowo

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menggelar kampanye akbar pamungkas di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019) sore.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 12 April 2019  |  19:39 WIB
Ini Empat Tantangan Ekonomi Indonesia Versi Prabowo
Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto menerima sumbangan uang dari perwakilan emak-emak Palembang di hadapan pendukung dan simpatisan yang memadati pelataran Benteng Kuto Besak Palembang pada Kampanye akbar, di Palembang, Sumsel, Selasa (9/4/2019). - ANTARA/Feny Selly

Bisnis.com, SURABAYA — Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menggelar kampanye akbar pamungkas di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019) sore.

Prabowo mengatakan kampanye tersebut merupakan agenda yang melibatkan massa terakhir dan lebih bersifat akademik. Oleh karenanya dalam pidatonya, ia menyebutkan lima tantangan besar Indonesia ke depan, di antaranya:

Pertama. Kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri. Ia mengutip KPK menyebutkan kekayaan yang mengalir ke luar negeri Rp4.000 triliun yang berhasil ditarik Rp2.000 triliun.

"Dari jumlah itu bocor lagi 40% sehingga yang masuk ke rakyat hanya sepertiga, sebanyak dua per tiga bocor," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah yang akan datang harus bisa mengisi kebocoran tsb.

Kedua. Kekayaan tersentralisir ke segelintir orang. Seumpama bila dibagi ke sepuluh orang, maka satu orang kaya akan memiliki 75% dan orang yang miskin hanya punya utang.

Ketiga. Tantangan cuaca yang sangat mendesak. Perlu pusat data dinamis yang merespons fenomena ini. Diperkirakan kalau permukaan laut naik lima meter Surabaya tenggelam, Jakarta tenggelam, pantai timur Sumatra banyak yang tenggelam, Merauke tenggelam.

"Ini yang harus kita siap-siapkan sekarang. Dan ini bukan hoaks ini bukan angan-angan," katanya.

Empat, masalah pangan, energi dan air bersih. Kita harus menjamin cukup pangan, energi, dan air bersih. Bahkan di kota besar akses ke air bersih juga minim. Pertambahan bayi lima juta jiwa setiap tahun, kalau tidak segera diatasi maka akan terjadi huru hara.

"Insya Allah pemerintah yang saya pimpin harus mencapai swasembada pangan, energi, dan air," tegasnya.

Sementara dalam beberapa hari menjelang pemungutan suara, capres yang juga ketua umum DPP Partai Gerindra itu akan fokus untuk persiapan dan tampil pada debat terakhir, Sabtu (13/4) malam.

Debat capres-cawapres jilid kelima mengangkat tema tentang keseharian masyarakat, yakni ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi dan industri.

Kemudian, pada 14-16 April 2019 memasuki masa tenang yang tidak boleh ada aktivitas apapun terkait kampanye pemilihan umum dan pemilihan presiden.

Pemilihan Presiden diselenggarakan pada 17 April 2019 dan diikuti dua pasangan calon, yaitu Jokowi-KH Ma`ruf Amin di nomor urut 01, serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di nomor urut 02.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prabowo subianto, Pilpres 2019

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top