Hadapi Tuduhan Baru, Mantan CEO Nissan Carlon Ghosn Kembali Ditangkap

Drama seputar mantan bosNissan Carlos Ghosn kembali mencuat lagi setelah jaksa penuntut Jepang dikabarkan kembali melakukan penahanan dengan tuduhan penyalahgunaan dana Nissan Motor Co. untuk keperluan pribadi.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 04 April 2019  |  07:50 WIB
Hadapi Tuduhan Baru, Mantan CEO Nissan Carlon Ghosn Kembali Ditangkap
Carlos Ghosn, Ketua dan CEO Aliansi Renault-Nissan, bereaksi pada konferensi pers di Paris, Prancis, 15 September 2017. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Drama seputar mantan bos Nissan Carlos Ghosn kembali mencuat lagi setelah jaksa penuntut Jepang dikabarkan kembali melakukan penahanan dengan tuduhan penyalahgunaan dana Nissan Motor Co. untuk keperluan pribadi.

Dilansir Bloomberg, televisi nasional NHK melaporkan pihak berwenang menahan Ghosn pada Kamis (4/4/2019) karena dicurigai melanggar kepercayaan, menggunakan dana perusahaan yang dibayarkan ke dealer di Oman untuk keperluan pribadinya.

Para jaksa muncul di apartemen Ghosn di Tokyo sebelum pukul 6 pagi dan sebuah mobil dengan jendela tertutup pergi sekitar satu jam kemudian, menurut NHK.

Mantan CEO Nissan, Renault SA dan Mitsubishi Motors Corp ini sebelumnya dibebaskan dengan dengan jaminan kurang dari satu bulan lalu. Renault dan Nissan telah mengungkap pembayaran yang dilakukan di bawah Ghosn yang diduga digunakan untuk membeli pesawat, kapal pesiar dan mendanai startup putranya.

Penahanan kembali ini dapat mempersulit Ghosn untuk mempersiapkan persidangannya atas tuduhan pelanggaran keuangan, dan memfokuskan kembali perhatian internasional pada sistem peradilan pidana Jepang.

Ghosn, yang ditangkap pada 19 November dan dipenjara selama lebih dari 100 hari, membantah tuduhan mentransfer kerugian perdagangan pribadi kepada Nissan dan memalsukan laporan keuangan perusahaan.

Dia ditangkap sebelum ia menceritakan kisah versinya. Ghosn itu mengatakan di akun Twitter-nya pada Rabu bahwa ia berencana mengadakan konferensi pers pada 11 April untuk mengatakan yang sebenarnya tentang tuduhan terhadapnya.

Transaksi yang terkait dengan Oman terungkap dalam penyelidikan dan bernilai jutaan euro. Sementara itu, Kyodo News melaporkan bahwa dakwaan terkait penangkapan terbaru menuduh Ghosn menggunakan 563 juta yen ($ 5 juta) untuk keperluan pribadi.

Awal pekan ini, juru bicara Ghosn yang berbasis di Paris membantah tuduhan tersebut dan mengatakan laporan pembayaran Oman, penggunaan pesawat terbang, dan pendanaan startup adalah bagian dari kampanye kotor untuk membuat mantan CEO tersebut terlihat serakah.

Penangkapan Ghosn mobil November itu membuat aliansi Nissan, Renault dan Mitsubishi menjadi tidak stabil. Bulan lalu, produsen mobil in mengumumkan struktur tata kelola baru yang dirancang untuk pengambilan keputusan yang lebih adil.

Penangkapan kembali Ghosn ini tidak akan berdampak pada pabrikan, tetapi dapat meningkatkan pengawasan terhadap Nissan dan Renault karena keterlibatan mereka dalam pembayaran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nissan

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top