Partai Erdogan Dikalahkan Partai Rakyat Republik di Pemilu Lokal Ankara

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengalami kekalahan yang tak terduga dalam pemilihan umum lokal setelah partai yang dipimpinnya kehilangan kendali atas ibukota Ankara untuk pertama kalinya sejak berdirinya partai pada tahun 2001.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 01 April 2019  |  18:54 WIB
Partai Erdogan Dikalahkan Partai Rakyat Republik di Pemilu Lokal Ankara
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengalami kekalahan yang tak terduga dalam pemilihan umum lokal setelah partai yang dipimpinnya kehilangan kendali atas ibukota Ankara untuk pertama kalinya sejak berdirinya partai pada tahun 2001.

Selain itu, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpinnya tersebut juga menderita kekalahan di Istanbul.

Erdogan, yang telah mendominasi politik Turki sejak berkuasa 16 tahun lalu dan memerintah negaranya dengan cengkeraman yang semakin ketat, berkampanye tanpa henti selama dua bulan menjelang pemungutan suara hari Minggu (31/3/2019), yang ia gambarkan sebagai "masalah kelangsungan hidup" bagi Turki.

Tetapi kampanye terus menerus dan liputan media yang hampir konstan hampir gagal memenangkan dua kota utama negara itu, karena penurunan ekonomi Turki sangat membebani pemilih.

"Rakyat telah memilih mendukung demokrasi, mereka telah memilih demokrasi," kata pemimpin oposisi Kemal Kilicdaroglu, yang menyatakan bahwa kandidat Partai Rakyat Republik (CHP) menang di Ankara, Istanbul dan kota Aegean Izmir, seperti dikutip Reuters.

Lembaga penyiaran Turki menyatakan kandidat dari CHP, Mansur Yavas telah meraih kemenangan di Ankara. Di Istanbul, CHP memimpin dengan 28.000 suara di saat kotak-kotak suara terakhir sedang dihitung.

Jumlah pemilih mencapai 84,52% di seluruh negara, menurut kantor berita milik pemerintah Anadolu.

Kekalahan untuk partai Erdogan di Ankara merupakan pukulan telak bagi presiden. Kehilangan Istanbul, tempat ia memulai karir politiknya dan menjabat sebagai walikota pada 1990, akan menjadi kejutan simbolis yang lebih besar.

Ketua Dewan Pemilihan Tinggi Sadi Guven mengatakan kepada wartawan bahwa kandidat CHP di Istanbul, Ekrem Imamoglu, meraih 4.159.650 suara, sementara kandidat AKP, mantan Perdana Menteri Binali Yildirim, meraih 4.131.761 suara.

Anadolu mengatakan AKP akan mengajukan banding di beberapa distrik di Ankara. Guven mengatakan ada jangka waktu tiga hari untuk banding hasil pemilu, menambahkan bahwa 84 dari 31.186 kotak suara di Istanbul belum dipindai ke dalam sistem karena adanya bandung.

Dalam pidatonya kepada para pendukung pada Minggu malam, Erdogan tampaknya menerima kekalahan AKP di Istanbul, meskipun ia mengatakan bahwa sebagian besar lingkungan di kota itu dikuasai oleh partainya.

"Bahkan jika orang-orang kita menyerahkan walikota, mereka memberikan distrik kepada Partai AK," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemilu, turki

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top