Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Charta Politika Membeberkan Alasan Pemilih yang Mau Nyoblos Jokowi dan Prabowo

Apa saja yang menjadi pertimbangan pemilih dalam menentukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pilihannya?
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 25 Maret 2019  |  15:25 WIB
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) usai debat capres 2019 disaksikan moderator di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) usai debat capres 2019 disaksikan moderator di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Kabar24.com, JAKARTA — Tingkat kemantapan pemilih terhadap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden peserta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 rata-rata sudah di atas 70%. Bahkan untuk pilihan terhadap masing-masing pasangan, sudah di atas 80%.

Hasil survei Charta Politika yang dirilis Senin (25/3/2019) menggambarkan bahwa tingkat kemantapan pemilih terhadap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin mencapai 82,8%.

Sementara itu, kemantapan pemilih terhadap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S. Uno mencapai 80,6%.

“Tingkat kemantapan pilihan masyarakat sudah berada di kisaran 70% yang menyatakan sudah mantap. Hal ini mengindikasikan bahwa pilihan sebagian masyarakat sudah cukup menguat didalam menjatuhkan pilihan terhadap capres-cawapre,” tulis Charta Politika dalam laporan surveinya.

Dari pemilih kedua pasangan itu, potensi pemilih yang mengubah pilihan berkisar 10%—13%.

Charta Politika juga merekam alasan para pemilih yang sudah menetukan pilihannya. Ketika ditanya pertimbangan tidak memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf, sebanyak 16,5% menyebut tidak bisa dipercaya.

Lalu 14% lainnya menyebut tidak menepati janji, 8,3% lainnya menyebut tidak tegas, dan lain sebagainya.

Adapun, pemilih mengungkap alasannya tidak memilih pasangan Prabowo-Sandi karena pertimbangan 16,4% disebut belum berpengalaman, 15% menyebut ambisius, 10,1% lainnya menyebut belum tahu program kerjanya.

Sementara itu, dari sisi tingkat keterpilihan atau elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden, pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih unggul atas pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S. Uno.

Tingkat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf berdasarkan survei itu sebesar 53,6% berbanding dengan 35,4% untuk Prabowo-Sandi dengan asumsi pemilihan presiden dilaksanakan pada saat survei digelar dengan menggunakan contoh kertas suara.

Survei Charta Politika dilakukan pada 1—9 Maret 2019 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Jumlah sampel sebanyak 2.000 responden, tersebar di 34 provinsi. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (2,19%) pada tingkat kepercayaan 95%.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi prabowo subianto elektabilitas Pemilu 2019
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top