Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perayaan Nyepi dan Tahun Baru Saka 1941, Ini Pesan Menteri Agama

Perayaan Nyepi dan Tahun Baru Saka 1941, Ini Pesan Menteri Agama
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 05 Maret 2019  |  18:38 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. - Antara/Sigid Kurniawan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA--Menjelang perayaan Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru Saka 1941 pada 7 Maret 2019, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengucapkan Selamat Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru Saka kepada seluruh umat Hindu di Indonesia.

Lukman berharap Hari Suci Nyepi menjadi momentum bagi umat Hindu untuk menemukan jati diri. Menurutnya, hal itu penting mengingat di tengah dunia yang mengglobal, terkadang manusia kehilangan arah dalam mengenali jati dirinya.

“Nilai-nilai agama yang terkandung dalam Hari Suci Nyepi sepatutnya menuntun kita menuju arah yang baik dan terpuji,” ujar Lukman melalui keterangan tertulisnya, Selasa (5/3/2019).

Menurut Lukman, Nyepi pada intinya adalah "menyepikan diri" agar seseorang dapat melaksanakan catur brata penyepian dengan baik. Sesuai namanya, Nyepi memerlukan suasana hening dan tenang. Karenanya, umat Hindu tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak menikmati hiburan, agar dapat sepenuhnya melakukan nyepi dan introspeksi diri atau mulat sarira.

"Jadikan Nyepi untuk melakukan renungan tentang apa yang sudah dilakukan di dunia ini seiring dengan bertambahnya usia, dan apa yang belum dilakukan untuk kebaikan hidup di masa mendatang," katanya.

Lukman juga mengajak umat Hindu untuk terus mengembangkan moderasi, baik dalam beragama maupun dalam kehidupan bersama sebagai bangsa. Sikap moderat, kata Lukman, adalah sikap memilih jalan tengah, tidak ekstrem, dan tidak berlebih-lebihan, baik dalam beragama maupun berbangsa.

“Mari kita rawat dan pelihara terus semangat moderasi beragama kita. Karena pada hakikatnya berindonesia adalah beragama, dan sebaliknya, beragama pada hakikatnya juga berindonesia,” lanjutnya.

Perayaan Hari Suci Nyepi tahun 2019 mengusung tema “Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019”. Tema ini dinilai Lukman sangat relevan dan kontekstual.

"Mengabdi kepada bangsa dan mendoakan pemilu berjalan lancar, tertib, dan damai adalah bentuk pengamalan dari dharma negara atau kewajiban menjalankan perintah negara," tuturnya.

"Selamat Hari Suci Nyepi dan tahun baru Saka 1941. Semoga kita mampu berintrospeksi diri agar kehidupan kita di masa mendatang menjadi semakin membaik.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nyepi
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top