Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lewat 'Halo Bandung' Masyarakat Jabar Diajak Mengembalikan Semangat Pluralisme

Lagu Halo Bandung karya Ismail Marzuki membangun semangat kebersamaan dan toleransi yang ada di Jawa Barat.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 03 Maret 2019  |  10:01 WIB
Lewat 'Halo Bandung' Masyarakat Jabar Diajak Mengembalikan Semangat Pluralisme
(Dari kiri ke kanan) : Moderator seminar, Kolonel TNI Bastari R. (dosen UNHAN), AKBP Rusman (Polda Jabar), AM Putut Prabantoro (Alumnus Lemhannas PPSA XXI), Marsma TNI Embu Agapitus (Kasgartap II/Bandung), Brigjen TNI Herianto Syahputra (Kasgartap I/Jakarta), Veronika Etty Sriwidayanti (Diperindag Provinsi Jabar) dan Mayor CZI Asep Sugiarto (Kogartap II - Bandung)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat di Jawa Barat harus tetap mampu mengedepankan semangat nasionalisme, toleransi, dan menjaga pluralisme. Dalam sejarah perjuangan bangsa, Jawa Barat memiliki peran vital.

Menurut alumnus Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) PPSA XXI, AM. Putut Prabantoro, masyarakat di Jawa Barat, khususnya Kota Bandung didorong untuk mengawali membangun kembali budaya toleransi dan pluralisme di wilayah Jawa Barat.

Langkah itu, katanya untuk mengembalikan semangat nasionalisme dan patriotisme seperti makna dalam lagu “Halo-Halo Bandung”.

“Jika Jawa Barat terpapar sebagai daerah yang tingkat intoleransi atau radikalisasi di Indonesia, kondisi ini sangat bertentangan dengan semangat  lagu Halo Bandung yang sarat dengan semangat perjuangan, semangat nasionalisme, semangat toleransi dan sangat mengakui keberadaan sebuah sejarah,” ujarnya dalam keterangan resminya, Minggu (3/3/2019).

Oleh karena itu, masyarakat Bandung perlu memulai dengan mengumandangkan lagi lagu Halo Bandung kembali. “Jawa Barat akan menjadi seperti yang kita harapkan jika masyarakat Bandung mengawali memaknai lagu Halo Bandung. Mari Bung Rebut Kembali,” katanya.

Selain menunjukkan semangat nasionalisme, lagu karya Ismail Marzuki sebelum kemerdekaan RI ini menunjukkan semangat patriotisme (cinta tanah air) dan toleransi yang luar biasa dari masyarakat Bandung pada waktu itu.

Dia menjelaskan bahwa lagu “Halo Bandung” itu memiliki semangat nasionalisme, pluralisme, toleransi dan sekaligus patriotisme.

Lagu yang ditulis Ismail Marzuki dalam bahasa Sunda pada awalnya dapat menjadi pengingat  dan sekaligus penyemangat masyarakat Bandung dalam menumbuhkan kembali patriotisme dan nasionalisme masyarakat Pasundan atau Jawa Barat. 

“Lagu Sunda ini kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dalam masa pendudukan Jepang dengan maksud untuk mengikis pengaruh budaya Belanda. Dan ketika Belanda ingin menguasai Bandung kembali setelah kemerdekaan, lagu tersebut digunakan untuk membangkitkan semangat perjuangan. Dan, dari lagu ini kita bisa melihat spirit yang adalah dalam lagu itu yakni spirit nasionalisme, pluralisme, toleransi dan juga tidak lupa dengan sejarah,” ungkapnya.

Selain itu, Putut Prabantoro mendorong para peserta komunikasi sosial TNI dan Masyarakat untuk memulai kembali upacara bendera dan ziarah ke taman makam pahlawan.

Upacara bendera merupakan cara yang tepat untuk belajar dan sekaligus memaknai arti patriotisme (cinta tanah air) dan nasionalisme, dua nilai yang diajarkan oleh Lagu Halo Bandung. Sementara itu,  ziarah ke Taman Makam Pahlawan merupakan cara yang tepat belajar tentang ideologi negara dan patriotisme.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandung jawa barat toleransi
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top