Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Milenial Singapura Stres Pikirkan Tabungan Pensiun

Perusahaan manajemen investasi Black Rock mengungkapkan sumber stres utama bagi sebagian besar warga Singapura adalah uang. Bahkan, stres tersebut semakin parah meradang pada kaum milenial.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 02 Maret 2019  |  15:20 WIB
Kaum milenial - Istimewa
Kaum milenial - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan manajemen investasi Black Rock mengungkapkan sumber stres utama bagi sebagian besar warga Singapura adalah uang. Bahkan, stres tersebut semakin parah meradang pada kaum milenial.

Adapun, survei ini mencakup 27.000 orang di 13 negara - termasuk sampel perwakilan nasional dari 1.500 responden Singapura berusia 25 hingga 74 tahun - tentang sikap mereka terhadap tabungan dan pensiun. Laporan ini dilansir dari Business Insider, Sabtu (2/3/2019).

Memiliki pendapatan yang cukup adalah perhatian utama 63% kelompok usia milenial, atau lebih tinggi dari rata-rata orang Singapura yang 53%.

Stres tentang pendapatan juga bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan stres pekerjaan, keluarga atau kesehatan.

Hal ini disebabkan oleh besarnya target keuangan yang dibuat oleh kaum milenial, seperti membantu orang tua yang lanjut usia, kebutuhan liburan, pensiun atau bahkan pensiun dini, dan menghasilkan lebih banyak uang untuk meningkatkan kualitas hidup langsung mereka.

Target tersebut tergolong sangat variatif karena mayoritas orang tua cenderung memiliki satu tujuan keuangan utama, yaitu menabung untuk pensiun.

Sebagian besar responden milenial mengatakan mereka tahu keuangan mereka akan lebih baik jika mereka mulai berinvestasi. 

Namun, sekitar 60% dari mereka tidak tahu di mana menemukan nasihat investasi yang andal, dengan sebagian besar beralih ke penasihat keuangan, situs web keuangan, atau keluarga dan teman untuk mendapat petunjuk.

Hampir 90% mengatakan mereka kewalahan dengan banyaknya pilihan investasi yang tersedia, sementara 77% mengatakan mereka merasa investasi sulit dipahami yang dikarenakan kurangnya informasi yang jelas dan ramah pengguna.

64% lebih lanjut merasa bahwa program investasi lembaga keuangan tidak dirancang untuk situasi keuangan mereka saat ini.

Di sisi lain, Wanita usia milenium Singapura pada khususnya adalah malu investasi, dan hanya 58% dari kelompok ini memiliki investasi, dibandingkan dengan 84% wanita usia milenium di Hong Kong dan 74% wanita usia milenium di Cina, dua kota-kota Asia lainnya termasuk dalam survei.

Perempuan Singapura yang berusia milenium juga ragu-ragu menggunakan investasi untuk menabung untuk masa pensiun. Hanya dua pertiga dari kelompok ini bergantung terutama pada tabungan pribadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

generasi milenial
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top