Indeks Kualitas Lingkungan, Menteri LHK: Kualitas Udara Masih Sangat Baik

Rinciannya, enam provinsi mengalami peningkatan kualitas udara yaitu Riau, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Kalimantan Selatan.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  15:40 WIB
Indeks Kualitas Lingkungan, Menteri LHK: Kualitas Udara Masih Sangat Baik
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (kiri) hadir pada pembukaan Rapat Kerja Teknis Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan tahun 2019 di Jakarta, Rabu (27/2/2019). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LHK) Siti Nurbaya mengatakan kualitas udara masih sangat baik.

Rinciannya, enam provinsi mengalami peningkatan kualitas udara yaitu Riau, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Kalimantan Selatan, meskipun demikian DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah perlu diwaspadai pencemaran udara di daerah perkotaan.

“Untuk skala perkotaan, Pontianak masih terdapat udara yang berbahaya karena terjadi kebakaran lahan dan hutan pada tahun 2018. Jambi, Palembang, Palangkaraya, Padang, dan Palembang juga terdapat udara tidak sehat karena juga kebakaran lahan dan hutan,” ungkap Siti ketika memberikan sambutan pada pembukaan “Rapat Kerja Teknis Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan tahun 2019” di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Menurut Siti, kondisi kualitas air sungai dan danau secara nasional masih kurang baik dan cenderung terjadi penurunan kualitas air. Sejumlah 16 provinsi mengalami penurunan indeks kualitas sungai, namun demikian terdapat perbaikan indeks di Aceh, Jambi, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Maluku.

Sementara itu, kondisi tutupan lahan, lanjut Siti, secara nasional berada dalam kecenderungan yang stabil, namun delapan provinsi berada dalam kondisi waspada karena luas tutupan lahannya yang sedikit yaitu Sumatra Selatan, Lampung, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Banten, dan Bali.

Disebutkan Siti, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) ini sudah mampu memberikan potret status kualitas hidup dari tahun ke tahun, namun demikian belum memberikan gambaran yang utuh tentang permasalahan lingkungan hidup yang dihadapi dan kapasitas untuk merespons permasalah tersebut.

“Saya kira sudah saatnya untuk menyempurnakan indeks ini dengan memasukkan indeks yang mampu mengukur pressure permasalahan lingkungan hidup, menyempurnakan komponen-komponen indeks seperti menambah Indeks Kualitas Air Laut yang disampaikan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Karliansyah dan indeks yang mengukur kapasitas untuk merespon tekanan dan kondisi lingkungan hidup yang ada,” papar Siti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lingkungan hidup, kementerian lingkungan hidup dan kehutanan

Editor : Herdiyan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup