Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Negara Produsen Karet Pangkas Ekspor, Wapres JK Dorong Peningkatan Konsumsi Dalam Negeri

Pemerintah mengharapkan pemangkasan ekspor dari negara-negara utama produsen karet alam diikuti peningkatan pemanfaatan di dalam negeri. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan harga karet ketingkat kompetitif.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  16:35 WIB
Petani menoreh pohon karet di kawasan perkebunan kebun karet Jawi jawi, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu (5/7). - ANTARA/Abriawan Abhe
Petani menoreh pohon karet di kawasan perkebunan kebun karet Jawi jawi, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu (5/7). - ANTARA/Abriawan Abhe
 
 Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah mengharapkan pemangkasan ekspor dari negara-negara utama produsen karet alam diikuti peningkatan pemanfaatan di dalam negeri. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan harga karet ketingkat kompetitif.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan saat ini Indonesia, Malaysia dan Thailand merupakan produsen karet utama dunia. Tiga negara ini menguasai 70% produksi karet alam dunia.

"Kalau di minyak dan gas ada OPEC. Kalau tiga negara ini menurunkan ekspor maka akan perlahan menaikan harga," kata Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Selasa (26/2/2019).

Lebih lanjut Jusuf Kalla menyebutkan upaya pemangkasan sendiri baru satu hal. Untuk memberikan hasil optimal agar meningkatkan harga harus diikuti dengan peningkatan penggunaan karet. Terutama di dalam negeri seperti penggunaan untuk aspal atau pemanfaatan lainnya. 

"Tentu agar harga meningkat dengan peningkatan pemanfaatan di dalam negeri," katanya.

Sebelumnya pertemuan International Tripartite Rubber Council (ITRC) yang terdiri atas Thailand, Indonesia, dan Malaysia, di Bangkok, Jumat (22/2) mengumumkan akan memangkas ekspor untuk menopang harga karet di pasar global. Dalam pertemuan negara produsen itu disepakati ekspor akan dipangkas hingga 300.000 ton. Besaran porsi pemangkasan sendiri akan ditetapkan dalam pertemuan selanjutnya pada awal Maret mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top