Minum Alkohol Beracun, 85 Orang Tewas di Perkebunan Teh

Sebanyak 85 orang tewas di perkebunan teh wilayah Assam, India timur laut, setelah meneguk minuman keras beracun pada Kamis (21/2/2019) malam waktu setempat.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  02:21 WIB
Minum Alkohol Beracun, 85 Orang Tewas di Perkebunan Teh
Ilustrasi minuman beralkohol. - Antara/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak 85 orang tewas di perkebunan teh wilayah Assam, India timur laut, setelah meneguk minuman keras beracun pada Kamis (21/2/2019) malam waktu setempat.

Menteri Kesehatan Assam, Himanta Biswa Sarma, mengkonfirmasi kepada The Guardian bahwa 85 orang telah meninggal akibat kejadian tersebut. Akan tetapi, angka kematian terakhir diperkirakan lebih tinggi karena angka sementara hanya dapat dihimpun dari data rumah sakit, bukan korban yang mungkin meninggal di tempat lain.

Sarma mengatakan dia terus mendapat laporan tentang kematian tersebut setiap 2menit. Dia mengatakan 200 orang lagi berada di rumah sakit. Sebagian besar dari para korban dalam kondisi kritis.

“Peristiwa itu terjadi di dua distrik tempat tragedi itu terjadi pada Kamis malam yaitu Jorhat dan Golaghat yang berjarak sekitar 180 mil atau sekitar 300 km dari ibu kota negara bagian Guwahati,” tulis laporan The Guardian pada Sabtu (23/2/2019).

Para dokter dari kota-kota lain telah dilarikan ke dua lokasi tersebut. Upaya ini dilakukan untuk menghadapi masuknya pasien muntah, menderita sakit perut, dan kejang-kejang.

Sebanyak 12 korban tewas adalah perempuan. Banyak dari mereka merupakan pekerja di perkebunan teh. Laporan-laporan setempat menyatakan bahwa minuman yang disebut "sulai" itu biasanya dibuat dengan jaggery dan etil alkohol, diracik oleh seorang wanita berusia 65 tahun di Golaghat yang bernama Dhraupadi Oran.

Alih-alih menggunakan etil alkohol, dia bersama sang anak menggunakan metil alkohol beracun. Keduanya juga menjadi korban tewas dari peristiwa ini.

Kaum laki-laki di kawasan itu dilaporkan tidak mampu membeli merek minuman alkohol berlisensi dari gerai yang dikendalikan pemerintah akibat harganya mahal. Mereka bahkan menjadi perokok sebagai pengganti minuman itu karena jauh lebih murah.

“Ini adalah industri yang sangat menguntungkan di seluruh India karena pembuat minuman keras tidak membayar pajak dan menikmati permintaan tinggi. Pada 2011, 172 orang tewas dalam insiden keracunan serupa di Benggala Barat,” tulis The Guardian.

Presiden Partai Kongres, Rahul Gandhi, menyatakan belasungkawa di Facebook. Dia menulis “Saya sedih dengan insiden yang terjadi di Golaghat, Assam. Belasungkawa terdalam saya kepada keluarga para korban. Saya harap mereka yang menjalani perawatan segera sembuh,” terangnya.

Media lokal melaporkan bahwa enam orang ditangkap karena terlibat peristiwa itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
miras

Sumber : The Guardian

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup