Fakta Konvensi Jokowi: Ma'ruf Amin Hadir, Beda dari Pidato Prabowo

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo akan memaparkan gagasannya di acara Konvensi Rakyat, Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019).
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  14:08 WIB
Fakta Konvensi Jokowi: Ma'ruf Amin Hadir, Beda dari Pidato Prabowo
Presiden Joko Widodo. - Bisnis/Aziz Rahardian

Bisnis.com, JAKARTA — Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo akan memaparkan gagasannya di acara Konvensi Rakyat, Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019).

Acara bertemakan 'Optimis Indonesia Maju' ini rencananya akan dimulai pukul 17.00 WIB. Jokowi sendiri diagendakan hadir selepas maghrib, kemudian memberikan pidato hingga acara selesai sekitar pukul 22.00 WIB.

Ma'ruf Amin Mendampingi

Dalam acara ini, KH Ma'ruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden nomor urut 01 dipastikan turut mendampingi Jokowi dalam pidatonya.

"InsyaAllah, sedikit. Nanti dari pak Jokowi, saya nambahin saja," ujar Kiai kelahiran Kresek, Tangerang, 11 Maret 1943 ini selepas menghadiri acara di bilangan Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (24/2/2019).

Bahkan, Wakil Ketua Pelaksana acara Konvensi Rakyat sekaligus Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Bahlil Lahadalia pun mengungkapkan bahwa kiai Ma'ruf akan memberikan "kejutan" dalam acara tersebut.

"Itu masih rahasia. Karena kalau saya buka semuanya kan tidak lagi sesuatu yang membuat orang kaget dan bertanya-tanya gitu," ujar Bahlil di Posko Cemara TKN Jokowi-Ma'ruf, Jumat (22/2/2019).

Tidak Melibatkan Masyarakat Umum

Bahlil menambahkan bahwa acara ini hanya akan dihadiri sekitar 5.000-10.000 relawan. Sedangkan isu bahwa panitia akan menyiapkan kaos gratis atau fasilitas lain untuk masyarakat umum, dipastikan Bahlil sebagai hoaks.

"Itu akan dihadiri semua relawan. Tidak melibatkan masyarakat umum. Momentun ini dijadikan sebagai proses untuk pak Jokowi dan pak Ma'ruf Amin menyampaikan gagasan-gagasan besar, optimisme terhadap perkembangan bangsa untuk 2019-2024," jelas Bahlil.

Bahlil menuturkan peserta acara ini hanya terdiri dari unsur TKN dan TKD Jokowi-Ma'ruf, serta para relawan, sebab pada dasarnya acara ini merupakan acara konsolidasi relawan.

"Sekali lagi bahwa acara ini adalah sukarela. Tidak ada pengerahan massa. Tidak ada sama sekali. Karena tempat kami di Sentul itu gedungnya tidak besar, maka perwakilan relawan, dan teman-teman dari TKN, TKD, dan utusan parpol," jelasnya.

Beda dari Pidato Kebangsaan Prabowo

Sebelumnya, pihak BPN Prabowo-Sandi menyindir bahwa Konvensi Rakyat meniru Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bertajuk Indonesia Menang, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Bahlil balik menjawab bahwa terdapat perbedaan mendasar pidato Jokowi dari pidato Prabowo dalam acara Konvensi Rakyat ini, yaitu terkait optimisme.

"Oh enggak, beda dong, beda konteks. Kita satu perbedaannya Pak Jokowi dengan Pak Prabowo. Kalau pak Jokowi sekalipun dalam keadaan susah, itu dia membangun optimisme. Kalau Pak Prabowo, sekalipun dalam keadaan yang baik, mohon maaf, kata dalam beberapa rekaman pidato beliau selalu terkesan menimbulkan pesimisme. Itu aja perbedaan yang mendasar," jelasnya.

Sedangkan Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir membantah bahwa pihaknya meniru gaya Pidato Kebangsaan besutan BPN Prabowo-Sandi.

Erick menuturkan bahwa dalam acara tersebut Pertama, ujar dia, Jokowi akan lebih banyak menjelaskan pekerjaan rumah yang telah diselesaikan selama era pemerintahannya.

Selain itu, Jokowi akan menyampaikan program-program baru, dan efeknya untuk bangsa untuk 10-15 tahun lagi. Terakhir, bahasan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fokus pemerintahan Jokowi-Ma'ruf ke depan, Erick sebut akan dominan dibawakan dalam pidato Jokowi nanti.

"Saya rasa ini konvensi kebangsaan, di situ ada [acara bertajuk] Konvensi Rakyat, 'Optimis Indonesia Maju'. Saya rasa beda," ujar Erick, Sabtu (23/2/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, Pilpres 2019

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup