Soal #02GagapUnicorn, Karding Bilang Itu Bukti Umur Prabowo Jauh dari Milenial

Wakil Ketua Tim TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menilai kegagapan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam memahami istilah unicorn, merupakan bukti bahwa umur Prabowo sudah terlampau jauh untuk memahami generasi milenial.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 18 Februari 2019  |  18:18 WIB
Soal #02GagapUnicorn, Karding Bilang Itu Bukti Umur Prabowo Jauh dari Milenial
Wakil Ketua Tim TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding saat diwawancarai wartawan di Posko Cemara TKN Jokowi-Ma'ruf, Senin (18/2/2019). (Aziz Rahardian - Bisnis).

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Ketua Tim TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menilai kegagapan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam memahami istilah unicorn, merupakan bukti bahwa umur Prabowo sudah terlampau jauh untuk memahami generasi milenial.

"Itu menurut saya hanya fenomena saja atau bukti saja, bahwa umur dan usia Pak Prabowo sudah memiliki gap [celah] yang jauh dengan anak-anak milenial," ungkap Karding di Posko Cemara TKN Jokowi-Ma'ruf, Senin (18/2/2019).

Mantan Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut kegagapan dan tanggapan Prabowo yang tidak menjawab akar permasalahan, sekaligus bukti bahwa pihak penantang tidak memiliki visi terkait teknologi.

"Jadi istilah-istilah yang terjadi di milenial ini pak Prabowo enggak paham. Nah, kalau istilah saja nggak paham, bagaimana visinya, bagaimana kebijakannya," ujarnya.

Pria lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, 25 Maret 1973 ini pun berpendapat hal tersebut berbeda jauh dengan capres besutannya yang bernomor urut 01, Joko Widodo.

Karding menjamin, Jokowi telah terbukti memiliki perhatian khusus pada perusahaan teknologi, serta memiliki visi-misi ke depan terkait teknologi di Indonesia.

"Jadi menurut saya temen-temen milenial saatnya buka mata, buka hati siapa yg sesungguhnya yang pro milenial, siapa yang mengizinkan, mendorong, membuka seribu startup [perusahaan rintisan], siapa yang mempermudah pembuatan startup, siapa yang menyiapkan infrastruktur digital, itu hanya satu, namanya pak Jokowi," tutupnya.

Seperti diketahui, unicorn merupakan sebutan perusahaan rintisan atau startup yang telah berhasil mencapai valuasi nilai hingga US$ 1 miliar. Indonesia telah memiliki empat startup yang berhasil menjadi unicorn, yaitu Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

Sebelumnya, dalam Debat Capres II di segmen infrastruktur, Minggu (17/2/2019), Jokowi bertanya kepada capres penantang, Prabowo Subianto tentang bagaimana visinya mengembangkan infrastruktur unicorn.

Sayangnya, Prabowo justru tidak menjawab persoalan dengan bertanya, "unicorn, yang online-online itu, ya?" serta mengungkapkan kekhawatirkan bahwa perusahaan teknologi dimungkinkan membawa keluar uang-uang rakyat Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prabowo subianto, Debat Capres

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top