Menanti Wawasan Kebangsaan Jokowi-Prabowo di Tanwir Muhammadiyah 2019

Khusus untuk Jokowi dan Prabowo keduanya diundang dalam kapasitasnya sebagai tokoh nasional. Jokowi dan Prabowo akan mendapat kesempatan untuk berbicara.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 12 Februari 2019  |  12:59 WIB
Menanti Wawasan Kebangsaan Jokowi-Prabowo di Tanwir Muhammadiyah 2019
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir: Jokowi-Prabowo diundang sebagai tokoh nasional - Antara


Bisnis.com, JAKARTA - Pengurus Pusat Muhammadiyah berencana mengadakan sidang tanwir pada 15 hingga 17 Februari 2019. Sejumlah elite akan hadir dan berbicara. 

Wakil Presiden Jusuf Kalla, misalnya, diundang untuk membuka acara. JK dijadwalkan memberikan presentasi saat membuka Sidang Tanwir Muhammdiyah tersebut.

Selain JK, Jokowi dan Prabowo juga diundang. Khusus untuk Jokowi dan Prabowo keduanya diundang dalam kapasitasnya sebagai tokoh nasional. Jokowi dan Prabowo akan mendapat kesempatan untuk berbicara.

Satu hal yang menarik, sidang tanwir tidak memberikan kesempatan kepada mantan Ketua Umum Muhammadiyah Amien Rais untuk berbicara.   

Soal ruang bicara untuk Amien Rais, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan dalam sidang tanwir Muhammadiyah, Amien Rais tidak diagendakan sebagai pembicara.

"Hanya ada presentasi dari Pak JK (Jusuf Kalla) selaku wakil presiden yang kita undang untuk membuka acara," kata Abdul dalam konferensi pers di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah mengenai Sidang Tanwir Muhammadiyah, Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.

Abdul mengatakan, selain presentasi oleh JK juga akan ada pidato iftitah dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Adapun tokoh nasional yang diundang sebagai pembicara di sidang tanwir Muhamadiyah ini ialah calon presiden nomor urut 01 dan 02, Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Namun, kapasitas keduanya diundang sebagai tokoh nasional, bukan capres.

Agenda lainnya dalam sidang tanwir nanti adalah mengenai laporan perkembangan organisasi, rekomendasi kehidupan keumatan dan kebangsaan, serta perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Muhammadiyah, dan persiapan Muktamar Muhammadiyah ke-48 pada 2020 di Surakarta.

Menurut Abdul, tema sidang tanwir tahun ini adalah beragama yang mencerahkan. Di dalamnya, kata dia, Muhammadiyah menyampaikan pemikiran-pemikiran dan gagasan bagaimana mengangkat dan menempatkan agama sesuai dengan manhaj Muhammadiyah.

Abdul menuturkan ada gejala dalam realitas sosial menjelang perhelatan politik April 2019, yaitu gejala yang ditengarai berkaitan dengan spiritualisasi agama, komoditas agama, dan politisasi agama. "Muhammadiyah akan menyampaikan dan mengafirmasi manhaj Muhammadiyah tentang makna dan kedudukan serta fungsi agama," ujarnya.

Wawasan Kebangsaan Jokowi-Prabowo

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto diundang bukan sebagai calon presiden melainkan tokoh bangsa.

Baik Jokowi dan Prabowo akan diberi kesempatan berbicara dalam forum itu namun bukan visi misi sebagai calon presiden. Tetapi lebih kepada pandangan tentang dinamika kebangsaan.

“Sehingga Insyaalah (Jokowi dan Prabowo) akan berbicara bukan dalam posisi seperti saat sedang debat,” kata Haedar di sela Seminar Pra Tanwir Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin 11 Februari 2019. "Keduanya juga diundang di hari yang berbeda."

Haedar menuturkan, Jokowi maupun Prabowo dalam tanwir diposisikan sama-sama sebagai dua representasi tokoh bangsa. Yang kebetulan saat ini sedang belaga dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

“Jadi yang disampaikan keduanya (Jokowi dan Prabowo) saat tanwir jangan dianggap sebagai visi misi, tapi anggaplah soal wawasan kebangsaan, sehingga tak perlu diuji, biar debat publik saja yang menguji mereka,” ujar Haedar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, muhammadiyah, prabowo subianto

Sumber : TEMPO.CO

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top