Antisipasi Bencana, BMKG Tambah Alat Pendeteksi Gempa di Sumbar 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika berencana menambah alat pendeteksi gempa dan tsunami untuk wilayah Sumatra Barat. Penambajan dilakukan guna meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat setempat terhadap bencana.
Heri Faisal | 07 Februari 2019 02:09 WIB
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati - bmkg.go.id

Bisnis.com, PADANG—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika berencana menambah alat pendeteksi gempa dan tsunami untuk wilayah Sumatra Barat. Penambajan dilakukan guna meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat setempat terhadap bencana.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan peralatan tersebut diperlukan untuk memudahkan informasi dan menyiapkan diri dalam menghadapi ancaman bencana gempa dan tsunami.

“Alat pendeteksi ini adalah hibah dari pemerintah China, yaitu Earthquake Early Warning System yang dapat menangkap gelombang gempa,” kata Dwikorita saat rakor mitigasi bencana bersama kepala daerah se-Sumatra Barat, Rabu (6/2/2019).

Menurut Dwikorita alat tersebut dapat menangkap gelombang gempa, yaitu gelombang primer gempa mulai dari 10 sampai 60 detik sebelum getaran gempa datang.

Waktu sedikit tersebut, imbuhnya, merupakan momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk mempersiapkan diri akan kedatangan gelombang gempa berikutnya.

“Gelombang primer yang ditangkap itu tidak merusak, namun memberikan informasi yang dapat membuat pemerintah lebih bersiap untuk kedatangan getaran selanjutnya,” katanya.

Dwikorita mengatakan alat pendeteksi gempa tersebut akan dipasang di titik–titik strategis sepanjang perairan barat Pulau Sumatra dan Kepulauan Mentawai.

Totalnya, dalam waktu dekat dari hibah tersebut dipasang sekitar 50 unit alat pendeteksi gempa untuk beberapa wilayah di Tanah Air, termasuk Sumbar.

Selain alat pendeteksi gempa, BMKG bersama BNPB dan lembaga terkait lainnya juga akan memperbanyak pemasangan alat early warning system serta pemasangan alat pendeteksi lainnya yaitu buoy di berbagai daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta kepala daerah [bupati/wali kota] meningkatkan koordinasi dan melakukan sosialisasi dan mitigasi terhadap bencana.

“Sumbar punya ancaman megathrust yang dapat mengakibatkan gempa dan tsunami. Baru–baru ini bahkan di Mentawai terjadi lebih dari 100 kali gempa, dan ini perlu menjadi kewaspadaan kita semua,” kata Doni.

Tag : bencana alam
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top